Sesuai Spesifikasi, Pertamina Lanjutkan Kajian Impor Minyak dari AS
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memastikan minyak mentah yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) sesuai dengan spesifikasi kilang minyak Pertamina di dalam negeri. Oleh karena itu, kajian komprehensif impor sedang dilakukan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjabarkan, kajian tersebut akan meliputi jenis minyak mentah (crude) yang diimpor, biaya (cost), hingga jarak dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk pengiriman minyak mentah tersebut ke Indonesia.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Impor Minyak dari AS Bukan Tambah Kuota, tetapi 'Shifting' Negara Lain
“Harus dipastikan sesuai. Karena buat apa kita mengimpor sesuatu yang tidak sesuai spesifikasi. Nanti kita kaji secara komprehensif sebelum disampaikan ke pemerintah,” kata Fadjar saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Dia menyebut, Pertamina juga sudah melakukan kajian internal terkait berapa besar volume impor minyak mentah dari AS. Namun, untuk saat ini belum bisa dibeberkan ke public, karena harus melibatkan banyak pihak.
“Yang penting setelah kajian selesai, regulasi dari pemerintah diharapkan diterbitkan untuk mendukung kami, justifikasi kami untuk melakukan impor tersebut,” ucap dia.
Baca Juga
Pemerintah Mau Tambah Impor Migas dari AS, PIS: Kapal Gak Ada Masalah
Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana menambah porsi impor dari Amerika sebagai respons atas penerapan tarif timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% terhadap Indonesia. Penambahan impor dari Amerika ini bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.
Kendati demikian, beberapa pengamat energi yang meragukan keputusan Indonesia untuk shifting impor ke Amerika. Salah satunya datang dari pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi.
“Pengalihan impor minyak ke AS memang akan mengatasi masalah defisit neraca perdagangan, namun berpotensi menimbulkan masalah baru bagi Indonesia. Impor minyak mentah dari AS belum tentu sesuai dengan kilang minyak Pertamina untuk menghasilkan BBM,” kata Fahmy.

