KLHK: 233 Perusahaan Pulihkan Lahan 265.792 Ha
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, pada 2023 terdapat 233 perusahaan yang berhasil menjalankan program pemulihan lahan seluas 265.792 ha dan enam perusahaan yang memulihkan lahan bekas tambang telantar seluas 76,8 ha.
Hingga akhir 2023,KLHK telah mengidentifikasi titik belok pemulihan kerusakan tambang sekitar 8.386 lokasi seluas 252.400 ha. Lahan-lahan tersebut merupakan bekas pertambangan tanpa izin (ilegal).
Hal itu disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam pembukaan Festival Pengendalian Lingkungan 2024 di Auditorium Dr Soedjarwo Manggala Wanabakti, Kementerian LHK Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga
Untuk Gairahkan Investasi, KLHK Targetkan 3.000 Layanan Amdal di 2024
Menurut Siti Nurbaya, tambang-tambang yang dipulihkan merupakan tambang berskala kecil, di antaranya di Goa Tapak Raja (Kalimantan Timur), Karawang, Bogor, Yogyakarta, Malang, bahkan di Sumatera Barat.
“Itu kami ambil yang berskala masyarakat dulu. Kalau skala besar kan ada Pertamina, ada BUMN, ada Kementerian ESDM,” tutur dia.
Siti Nurbaya memberikan contoh di wilayah DI Yogyakarta, yakni di Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Di desa itu terdapat pasar ekologis Argowijil yang dibangun di lahan bekas penambangan ilegal dan telah diresmikan sejak 2017.
“Lahan bekas pertambangan kuari batu gamping seluas 6.000 m2 telah diubah menjadi pasar ekologis. Hingga 2023 tercatat terjadi perputaran ekonomi (di pasar ekologis) sekitar Rp 4 miliar per tahun,” papar Siti.
Baca Juga
Siti menambahkan, pemulihan lahan bekas pertambangan ilegal juga terjadi di 25 titik lokasi seluas total 235 ha, antara lain di Kabupaten Temanggung (Jawa Tengah), Kabupaten Pinrang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur), Kabupaten Gunung Kidul (DI Yogyakarta), hingga Kecamatan Sepaku,Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
