Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Diusulkan Lewat Utara, Kenapa?
JAKARTA, Investortrust.id - Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya yang merupakan kelanjutan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diusulkan melewati jalur utara Pulau Jawa. Usul itu disampaikan mengingat topografi jalur selatan Pulau Jawa menyulitkan untuk pembangunan rel kereta cepat.
Mantan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Wiryawan menjelaskan, kereta cepat harus melalui lengkung jalur yang relatif kecil karena melaju dengan sangat cepat. Sementara, topografi di selatan Jawa bergunung-gunung sehingga lengkung jalurnya relatif besar.
Dengan topografi seperti itu, harus dibuat banyak terowongan agar lengkung relnya tidak besar. Padahal, biaya pembuatan terowongan sangat mahal.
"Kalau jalur selatan kondisi topografi tidak bagus, banyak pegunungan yang mengharuskan pembuatan terowongan yang biayanya mahal sekali," ucapnya dalam Forum Group Discussion bertajuk "Outlook Kereta Api Cepat Pulau Jawa dan Opsi Peningkatan Kecepatan Operasional KA" yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB pada Kamis (11/01/2024).
Mantan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Wiryawan menjelaskan, kereta cepat harus melalui lengkung jalur yang relatif kecil karena melaju dengan sangat cepat. Sementara, topografi di selatan Jawa bergunung-gunung sehingga lengkung jalurnya relatif besar.
Dengan topografi seperti itu, harus dibuat banyak terowongan agar lengkung relnya tidak besar. Padahal, biaya pembuatan terowongan sangat mahal.
"Kalau jalur selatan kondisi topografi tidak bagus, banyak pegunungan yang mengharuskan pembuatan terowongan yang biayanya mahal sekali," ucapnya dalam Forum Group Discussion bertajuk "Outlook Kereta Api Cepat Pulau Jawa dan Opsi Peningkatan Kecepatan Operasional KA" yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB pada Kamis (11/01/2024).
Tegalluar-Purwokerto-Yogyakarta--Surabaya
Oleh karena itu, dia mengusulkan jalur yang memungkinkan untuk dibuat rel kereta cepat, yakni Tegalluar-Kertajati-Cirebon-Purwokerto-Kroya-Yogyakarta-Madiun-Surabaya. Selain itu, Hanggoro juga mengatakan, pembangunan jalur juga perlu melihat kemampuan masyarakat sekitar.
"Tergantung juga dengan demand forecast. Kemampuan untuk membayarnya kan tergantung masyakarat di sepanjang jalur itu," katanya.
Oleh karena itu, dia mengusulkan jalur yang memungkinkan untuk dibuat rel kereta cepat, yakni Tegalluar-Kertajati-Cirebon-
"Tergantung juga dengan demand forecast. Kemampuan untuk membayarnya kan tergantung masyakarat di sepanjang jalur itu," katanya.
Baca Juga
Ada Kick-off Proyek Migas Super Jumbo, Nilai Investasinya 3 Kali Lipat Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Senada dengan Hanggoro, Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Danan Widhonarko menjelaskan, jalur utara Jawa lebih aman dari segi karakteristik alam. Meski demikian, jalur utara juga menyimpan problem karena kepadatan penduduknya.
"Jalur utara masih aman dari segi alam, sementara jalur selatan terdapat tantangan topografi alam. Namun, baik utara maupun selatan sama-sama tidak mudah membuat kawasan steril," tuturnya.

