Dari Sungai ke Listrik! Gayo Lues Jadi Pionir Energi Mikro Hidro Nasional
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terkait pemanfaatan aset pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
MoU ini diharapkan menjadi pilot project pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PLTMH, dan pembangkit listrik tenaga piko hidro (PLTPH) di Indonesia.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menyambut baik kerja sama ini sebagai wujud sinergi lintas sektor sekaligus upaya dalam mengakselerasi transisi energi untuk mencapai net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Baca Juga
Berkat Cawan Energi Amankan PKKPR untuk Dua Proyek PLTA Strategis di Jawa Barat
“Kami menyambut baik inisiatif pembangunan pembangkit listrik hidro dan menyatakan bahwa investor yang tertarik akan disambut dengan tangan terbuka, tentunya dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, termasuk zona daerah aliran sungai (DAS),” kata Evy, dikutip Senin (2/6/2025).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Mundhakir menyampaikan bahwa MoU ini diharapkan menjadi pilot project pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PLTMH, dan pembangkit listrik tenaga piko hidro (PLTPH) di Indonesia. Tercatat hingga saat ini pemanfaatan energi hidro di Aceh mencapai 34,12 megawatt (MW) dari total potensi sebesar 3.619 MW.
“Kabupaten Gayo Lues, khususnya wilayah Blangkejeren, memiliki 16 lokasi potensial untuk pengembangan PLTMH. Dari jumlah tersebut, tiga lokasi prioritas yang akan dikembangkan adalah PLTMH Aih Selah, Aih Nuso, dan Nengar II," ujar Mundhakir.
Baca Juga
Punya Potensi 28,9 GW, PLTA Jadi Salah Satu Tulang Punggung Transisi Energi Nasional
MoU ini menjadi langkah strategis dalam optimalisasi aset milik pemerintah daerah, pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, peningkatan kemandirian energi lokal, dan pengurangan emisi karbon.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyatakan, harapan besar agar wilayahnya menjadi prioritas dalam pengembangan ketenagalistrikan nasional. Ia menyebutkan bahwa Gayo Lues memiliki tiga DAS dengan potensi besar dan kekayaan alam yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah daerah membuka pintu lebar bagi investor karena pemanfaatan sumber daya ini sangat penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Suhaidi.

