Pertamina Hulu Mahakam Catat Produksi Minyak 26.251 BOPD per Oktober
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat produksi sebesar 26.251 barel minyak per hari (BOPD), sedangkan produksi gas sebesar 530 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), secara year to date (ytd) per Oktober 2023.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan, pencapaian produksi tersebut berkat upaya maksimal teknis operasi yang dilakukan, mengingat sebagian besar dari lapangan-lapangan minyak dan gas di WK Mahakam telah mature dan masuk ke fase penurunan produksi alamiah (natural decline).
“Selama beberapa tahun terakhir, kami berhasil menahan laju penurunan produksi alamiah yang tinggi dan mempertahankan tingkat produksi pada lapangan-lapangan migas yang sudah mature,” ujar Setyo Sapto Edi, dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (18/11/2023).
Baca Juga
Kualitas Penyaluran KUR Membaik atau Memburuk? Ini Kata Menko Perekonomian
Lebih lanjut menurut dia, penerapan berbagai inovasi dan teknologi guna meningkatkan recovery rate dari sumur-sumur migas yang ada juga turut berperan menahan penurunan produksi migas.
WK Mahakam adalah blok migas terminasi yang telah berproduksi hampir 50 tahun dengan natural declining rate yang tinggi di kisaran 50% per tahun. Dikataan Setyo, PHM dengan dukungan dari SKK Migas, melakukan upaya guna menahan laju penurunan produksi, memperpanjang usia produksi hingga masa akhir kontrak dengan tetap mempertahankan tingkat keekonomian, memperhatikan aspek efisiensi, dan terus memelihara aspek keselamatan.
"Mengingat WK Mahakam adalah blok migas yang sudah mature, pemerintah memberikan insentif kepada PHM berupa perubahan Kontrak Bagi Hasil dan keringanan pajak. Tujuannya untuk mengurangi beban biaya, agar Operator dapat memproduksi migas dengan ekonomis sampai akhir masa kontraknya," ujarnya.
Insentif hulu migas merupakan stimulus yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku industri hulu migas untuk mengurangi pembiayaan/beban operasi sehingga pelaku industri dapat lebih agresif melaksanakan program kerja untuk meningkatkan produksi, serta memelihara tingkat keekonomian aset.
Baca Juga
Diikuti 20 Ribu Pelari, Musisi hingga Brand Lokal Siap Ramaikan Pertamina Eco RunFest 2023
Pemberian insentif dari Pemerintah Indonesia kepada Blok Mahakam di awal tahun 2021 telah memberikan kemampuan bagi WK Mahakam untuk melanjutkan program kerja pengembangan secara lebih ekstensif termasuk menjalankan program eksplorasi yang ditujukan untuk membuka potensi prospek cadangan migas di Blok Mahakam. Hal ini tentu menjadi sangat penting untuk menjamin keberlangsungan investasi dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
Setyo Sapto Edi menjelaskan bahwa penerimaan insentif memberikan efek yang sangat signifikan terhadap penerimaan negara dan pengembangan daerah. “Bagi PHM, insentif merupakan stimulus dan perhatian khusus dari pemerintah untuk meningkatkan produksi PHM untuk ketahanan energi nasional, memaksimalkan recovery cadangan dan sumber daya blok Mahakam, dengan tetap memberikan tingkat pengembalian investasi yang wajar kepada investor dan nilai bagi semua pemangku kepentingan,” pungkas Setyo.

