Pemerintah Janji Tambah Kuota Rumah untuk Wartawan jika Peminat Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menjanjikan penambahan kuota rumah bersubsidi bagi wartawan dan pekerja media jika peminat program kepemilikan rumah melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tinggi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam "Sosialisasi Program Akselerasi Kepemilikan Rumah bagi Karyawan Industri Media".
Baca Juga
Kementerian PKP Ungkap Persyaratan Rumah Subsidi Bagi Wartawan
“Pemerintah telah menyiapkan 1.000 unit rumah yang dapat diakses oleh karyawan industri media pada tahun ini. Jika permintaan meningkat, langkah penambahan kuota akan diajukan kepada menteri perumahan,” ujar Nezar dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Kamis (24/4/2025).
Menurut Nezar, program ini merupakan upaya pemerintah menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi pekerja media yang belum memiliki rumah. Ia menekankan bahwa banyak jurnalis dan karyawan media masih terbebani biaya sewa bulanan, sehingga program FLPP dapat menjadi solusi jangka panjang.
“Kita tahu banyak teman-teman kita ini memimpikan punya rumah, walaupun kecil, tetapi punya sendiri, enggak perlu dipusingkan dengan sewa rumah setiap bulan. Setidaknya ada rumah yang layak huni,” ungkapnya.
Nezar menegaskan bahwa program ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk privilese atau upaya membungkam kritik media. “Mungkin ada kesalahpahaman seakan-akan ini program yang diberikan kepada wartawan atau karyawan industri media dengan privilese tertentu. Ini jauh dari itu semua. Ini sama sekali enggak ada karena ini hanya program akselerasi kepemilikan rumah sebetulnya,” tegasnya.
Skema FLPP sebelumnya telah berjalan untuk masyarakat umum. Kini, pemerintah memperluas aksesnya khusus untuk pekerja media, seiring kebutuhan sektor tersebut terhadap hunian tetap yang terjangkau.
Baca Juga
Menteri Ara Akan Salurkan 100 Rumah Subsidi ke Wartawan pada 6 Mei 2025
“Tergantung bagaimana rekan-rekan nanti memanfaatkan kesempatan ini. Kesempatan ini terbuka tentu saja menjadi salah satu opsi untuk karyawan di industri media untuk bisa memiliki rumah,” ucap Nezar.
Ia mengajak asosiasi media serta perusahaan-perusahaan media ikut menyosialisasikan dan mengadopsi program ini ke dalam kebijakan kesejahteraan karyawan masing-masing.
“Kalau yang dari perusahaan media, mungkin ini bisa diadopsi menjadi bagian dari program percepatan pembelian rumah yang ada di perusahaan masing-masing,” tutupnya. (C-13)

