Menteri Ara Ingin Masalah Meikarta Beres 3 Bulan, James Riady: Jangan Berlarut, Lebih Cepat Lebih Baik
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ingin masalah konsumen apartemen Meikarta di Kabupatan Bekasi selesai dalam waktu 3 bulan ke depan atau 23 Juli 2025.
Namun, Chairman Lippo Group James Riady menekankan, Lippo Group ingin menyelesaikan permasalahan ini lebih cepat sehingga menciptakan hasil terbaik bagi para konsumen.
Baca Juga
Bos Lippo Group Sepakat Kembalikan Uang Konsumen Meikarta Total Rp 26,85 Miliar
“Saya usul jangan berlarut sampai Juni-Juli. Jadi, tolong kalau bisa jangan berlarut, lebih cepat lebih baik,” kata James saat pertemuan dengan konsumen apartemen Meikarta di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Pernyataan James Riady langsung disambut baik dengan tepuk tangan ratusan konsumen Meikarta yang hadir.
Dalam pertemuan itu, James Riady juga sepakat mengembalikan seluruh dana yang dituntut konsumen senilai Rp 26,85 miliar. “Saya yakin semestinya Meikarta ikut saja arahan Pak Menteri (Maruarar Sirait). Masak sudah ketemu semua ini sama Pak Menteri tidak selesai? Jadi kita dan Meikarta kalau sudah mengerjakan (proyek) yang besar, yaitu lahan siap, infrastruktur juga, pasti yang seperti ini (tuntutan konsumen) juga diselesaikan, saya yakin itu,” tegas James.
Kota Baru Meikarta
James Riady mengatakan, pembangunan kota baru, seperti Meikarta tidak mudah karena menghadapi berbagai macam masalah. "Saya yakin teman-teman yang membangun Meikarta memiliki satu tekad yang baik," kata dia.
Namun, kata dia, beberapa tahun ini pengembang Meikarta PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk. menghadapi tantangan, seperti infrastruktur. "Kalau membangun kota baru biasanya itu, pertama 1.000 unit itu yang paling penting, menjadikan satu komunitas, yang ini kalau sudah belasan ribu semestinya jadi, semestinya jadi," kata James.
Hingga saat ini, kata James, Meikarta telah membangun sekitar 16.000 unit apartemen dan akan menyelesaikan unit-unit yang belum selesai. "Sampai sekarang yang sudah dibangun, sudah diserahkan terkait dengan Meikarta hampir 16 ribuan. Tahun ini akan terus dilakukan serah terima," paparnya.
Di sisi lain, James mengatakan, konsumen yang memberikan kepercayaan dan dukungan pada pembangunan Meikarta patut dihargai.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) meminta kepada pengembang Meikarta dan Lippo Group untuk menyelesaikan pengembalian dana konsumen dalam waktu 3 bulan ke depan. “Boleh enggak saya minta waktunya, 3 bulan cukup ya? 3 bulan dari sekarang,” tutur Maruarar.
Sementara Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementereian PKP Fitrah Nur memaparkan bahwa sejak peluncuran layanan Pengaduan Konsumen Perumahan Terpadu Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Pengaduan Konsumen Perumahan (Benar-PKP) ada 118 pelapor yang mengadu terkait masalah Meikarta.
“Total dari 118 (pelapor) yang menyampaikan itu, baru 102 (pelapor) yang menyerahkan data. Ada Rp 26,85 miliar (total kerugian dari 102 pelapor),” papar Fitrah.
Menteri Maruarar telah melakukan diskusi virtual dengan James Riady sebanyak tiga kali selama sepekan terakhir, guna membahas peran Lippo dalam penyelesaian sengketa proyek Meikarta.
Maruarar menyebutkan bahwa Lippo Group berperan aktif dalam menyelesaikan sengketa dalam proyek Meikarta. Langkah ini diambil James untuk melindungi nama baik dan reputasi Lippo Group di dalam negeri.
Baca Juga
Menteri Ara Sisihkan Dana Pribadi Sebesar Rp 100 Juta buat Konsumen Meikarta
“Kami belum bicara sampai teknis penyelesaian sengketa, baru prinsip Lippo Group dalam sengketa tersebut. Kami sepakat agar masalah ini tidak berlarut-larut, dibicarakan secara terbuka, dan mencari titik temu,” kata Menteri Ara di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (22/4/2025) lalu.
Adapun persoalan Meikarta, di antaranya konsumen sudah membayar cicilan atau bahkan lunas, tetapi tak kunjung mendapatkan unitnya. Untuk itu, mereka ingin pengembalian uang yang sudah masuk ke pengembang.

