Kadin Intip Peluang Kerja Sama Tangani Pekerja Migran RI dengan Arab Saudi
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkap pihaknya tengah mengintip peluang kerja sama pengembangan sektor pekerja migran dengan kerajaan Arab Saudi. Hal itu disampaikannya usai memimpin rombongan pengusaha lokal dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi, Bandar Alkhorayef.
Menurut Anindya, pengembangan sektor pekerja migran akan menjadi alternatif mesin pertumbuhan mesin ekonomi bagi Indonesia ke depan. Dia menyebut saat ini sebanyak 4-5 juta pekerja migran asal Indonesia berada di Arab Saudi.
"Sebenarnya tadi (saat roundtable discussion), tapi saya tidak mau banyak bicara, salah satunya adalah pelindungan pekera migran. Karena pekerja migran kita di sana (Arab Saudi) banyak," kata Anindya di The St. Regis, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Meski belum mengungkap secara detail teknis peluang kerja sama itu, Anindya menuturkan Kadin memiliki perhatian khusus terhadap peningkatan kompetensi atau upskilling para pekerja migran asal Indonesia. Lebih jauh Anindya berharap agar Kadin dapat berkontribusi untuk mengembangkan pekerja migran Indonesia tidak hanya menyasar jenis pekerjaan domestik di Arab Saudi.
Baca Juga
Kadin Indonesia dan DEN Bahas Pertanian hingga Tenaga Kerja Migran
"Bukan saja untuk pekerja domestik, tapi juga bisa lebih baik lagi, sehingga kita tidak hanya menjaga supaya mereka tidak mendapat kekerasan, tapi mereka (pekerja migran) juga mendapatkan pendapatan lebih, dan juga ilmu lebih," jelas Anindya.
Sebelumnya Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding sepakat bakal menjalin kesepakatan dan meneken memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kadin. Ia menjelaskan Kementerian P2MI/BP2MI ingin mengajak Kadin bekerja sama membahas isu soal pekerja migran Indonesia.
"Ada banyak hal yang kira-kira tujuan Kadin dan tujuan Kementerian kami ini sama, yaitu kita ingin agar ada satu solusi terhadap upaya penciptaan lapangan kerja," katanya usai menerima audiensi Kadin di kantor Kementerian P2MI/BP2MI, Jakarta, Senin (17/2/2025) beberapa waktu lalu.
Adapun Karding menyebut, MoU bersama Kadin ini nantinya memiliki target tersendiri yang diharapkan oleh Kementerian P2MI/BP2MI bakal tercapai. Pertama, adalah menekan angka sektor domestic workers yang saat ini mendominasi sebaran pekerja migran asal Indonesia di angka 80% menjadi 60%. Dan kedua adalah soal remitensi.
"Remitensi itu uang masuk ke negara, kalau kemarin misalnya Rp221 triliun lalu dengan kerja sama (bersama Kadin) ini, kolaborasi ini kita yakin bisa mencapai Rp300 - Rp400 triliun ke depan," tuturnya.

