Bagikan

Tak Hanya MRT, JICA Berkomitmen Dukung Berbagai Proyek Infrastruktur Strategis di Indonesia

TOKYO, investortrust.id – Japan International Cooperation Agency (JICA) menegaskan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Tak hanya terbatas pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang dikenal sukses, namun juga mencakup infrastruktur strategis lainnya. Misalnya saja infrastruktur di bidang energi, lingkungan, pelabuhan, bahkan sistem pengendalian banjir.

Presiden JICA Tanaka Akihiko mengatakan, dukungan JICA sejalan dengan visi pemerintah bahwa Indonesia masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Sesuai pula dengan arahan Presiden Prabowo.

Di sisi lain diharapkan pembangunan proving ground di Bekasi dan Pelabuhan Anggrek yang diinisiasi oleh Gobel Group bisa berhasil, sehingga Indonesia bisa menunjukkan diri sebagai negara yang andal dalam pengembangan infrastruktur modern. Adapun pembangunan infrastruktur idealnya dilakukan melalui mekanisme skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

Lebih lanjut Tanaka mengungkapkan bahwa proyek MRT Jakarta telah menjadi simbol nyata keberhasilan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang di bidang transportasi publik. Meskipun belum ada penilaian resmi dari lembaga independen, ia menilai proyek ini sangat layak mendapatkan apresiasi tinggi. Pasalnya, kontribusi dan manfaat dari proyek MRT amat luar biasa besarnya.

“Kalau MRT memang belum memiliki penilaian secara resmi, kalau dari penilaian saya harusnya dapat nilai A. MRT Jakarta telah memberi dampak besar dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota,” ungkap Tanaka menjawab pertanyaan dari Investortrust di sela jamuan makan siang bersama pemimpin redaksi media massa nasional di Tokyo, Jepang, Rabu (16/4/2025).

Presiden Direktur dan Group CEO PT Gobel International, holding group dari Gobel Group. Hiramsyah S. Thaib (kanan), Presiden Japan International Cooperation Agency, Tanaka Akihiko Ph.D. (kedua dari kanan), Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang, Rachmat Gobel (tengah), pendiri dan Chief Investment Officer Samuel Group Indonesia Miming Setyono dan kolega mereka pada jamuan makan siang di Tokyo, Jepang, Rabu (16/4/2025). Foto: Investortrust/Primus Dorimulu (Primus Dorimulu)
Source: Investortrust

MRT Jakarta fase pertama (Lebak Bulus – Bundaran HI), yang mulai beroperasi sejak 2019, dibangun dengan pendanaan dari pinjaman lunak JICA, serta pendampingan teknis secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga konstruksi. JICA juga turut mendukung fase kedua proyek (Bundaran HI – Ancol) yang saat ini tengah dalam proses pembangunan untuk memperluas jangkauan layanan ke kawasan utara Jakarta.

Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Fase 2 ini melanjutkan koridor utara—selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019 lalu, yaitu dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI. Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara—selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit.

Pembangunan fase 2 merupakan proyek strategi nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategi Nasional. Fase 2 terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer. Sedangkan Fase 2B terdiri dari dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Marina dengan total panjang jalur sekitar enam kilometer.

Baca Juga

AZEC 2024: Pertamina dan JICA Jajaki Potensi Kolaborasi untuk Transisi Energi

Tanaka menilai, keberhasilan MRT Jakarta tidak hanya dilihat dari sisi teknis dan operasional, tetapi juga dari munculnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan transportasi umum massal yang efisien, ramah lingkungan, dan tepat waktu.

“Dampak MRT ini bukan hanya pada mobilitas, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat dan pembangunan kawasan di sekitar stasiun (Transit Oriented Development),” ujarnya.

Lebih jauh, Tanaka menyebut bahwa peran JICA dalam pembangunan Indonesia telah dimulai jauh sebelum proyek MRT. Salah satu contohnya adalah Proyek Bendungan Brantas pada tahun 1970–1980-an. Saat itu, meskipun belum ada sistem penilaian proyek secara terstandarisasi, hasil dan dampaknya sangat besar bagi masyarakat.

“Proyek seperti Bendungan Brantas adalah tonggak sejarah kerja sama Indonesia-Jepang. Meski tidak ada penilaian formal waktu itu, bendungan ini berhasil menyediakan irigasi, pembangkit listrik, pengendalian banjir, serta air baku untuk wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

Presiden Japan International Cooperation Agency, Tanaka Akihiko Ph.D., Wakil Presdir PT Panasonic Gobel Life Solutions Manufacture Indonesia Heru Santoso (tengah) dan pendiri dan Chief Investment Officer Samuel Group Indonesia Miming Setyono (kanan) pada jamuan makan siang di Tokyo, Jepang, Rabu (16/4/2025). Foto: Investortrust/Primus Dorimulu. 


Berbagai Dukungan JICA

Selain MRT dan Bendungan Brantas yang berjalan sukses, JICA sambung Tanaka juga telah memberikan dukungan pada sejumlah proyek infrastruktur penting di Indonesia.

Berikut beberapa dukungan JICA di sektor transportasi dan infrastruktur:

-Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Pelabuhan ini dikembangkan untuk mendukung ekspor otomotif nasional dan mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.

-Tol Akses Tanjung Priok. 

Jalan tol sepanjang 11,4 km yang meningkatkan efisiensi logistik ke pelabuhan terbesar di Indonesia.

-Modernisasi Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 3) dan Bandara Kualanamu

Langkah ini untuk memperbaiki layanan transportasi udara nasional.

Baca Juga

Peringati 6 Tahun Beroperasi, MRT Jakarta Berlakukan Tarif Rp 243 Hari Ini

Energi dan Lingkungan

-PLTA Peusangan di Aceh

PLTA ini menambah kapasitas listrik di wilayah Sumatra bagian utara. PLTA Peusangan ini merupakan PLTA pertama di Provinsi Aceh.

-Pengembangan energi panas bumi Lumut Balai, Sumatra Selatan.

Proyek ini mendorong transisi energi hijau berbasis sumber daya alam lokal.

-Sistem sanitasi dan pengelolaan air bersih di Jakarta, Bandung, dan Palembang.

-Proyek pengendalian banjir Jakarta

Proyek Integrated Urban Flood Management bertujuan untuk mengurangi dampak kerusakan akibat banjir di Jabodetabek, melalui penerapan langkah-langkah pengendalian banjir yang komprehensif seperti perbaikan sungai, penggalian dasar sungai dan perlindungan tepian, kolam penahan, dan saluran pintas

Tanaka juga menegaskan bahwa JICA akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis Indonesia dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada masyarakat.

“Kami percaya bahwa infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Tanaka.

Presiden Japan International Cooperation Agency, Tanaka Akihiko Ph.D. dan Chief Executive Officer Investortrust.id Primus Dorimulu di sela jamuan makan siang bersama pemimpin redaksi media massa nasional di Tokyo, Jepang, Rabu (16/4/2025). Foto: Investortrust 
Source: Investortrust

Bentuk Kehadiran

Kehadiran JICA di Indonesia sangat signifikan dan sudah berlangsung sejak 1960-an. JICA adalah lembaga kerja sama pembangunan resmi pemerintah Jepang yang bertugas mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berikut beberapa bentuk kehadiran JICA di Indonesia:

- Kantor Perwakilan: JICA memiliki kantor perwakilan di Jakarta yang mengoordinasikan seluruh proyek kerja sama di Indonesia.

-⁠ ⁠Kemitraan Pemerintah ke Pemerintah: Bekerja sama erat dengan Kementerian PPN/Bappenas, kementerian teknis, dan pemerintah daerah dalam berbagai proyek pembangunan.

-⁠ ⁠Berbagai Skema Bantuan:

         •        ODA Loan (pinjaman lunak)

         •        Grant Aid (hibah)

         •        Technical Cooperation (kerja sama teknis dan pelatihan SDM.

Tanaka menambahkan, JICA menekankan pendekatan co creation atau penciptaan bersama solusi pembangunan. Dalam Rencana Jangka Menengah, JICA mendukung visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), transisi energi bersih, dan peningkatan konektivitas logistik dan kawasan industri.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024