Kuota Rumah Subsidi 'Cekak', Menteri Ara Harap Ada Tambahan Secepatnya
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, kuota rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 220.000 unit untuk tahun ini sudah hampir habis alias cekak mengingat sudah banyak yang akan atau telah disalurkan pada semester I-2025.
“Kuotanya (rumah subsidi) itu baru pertama kali negara mengatur dari awal seperti sekarang. Petani 20.000 (rumah), nelayan 20.000 (rumah), buruh 20.000 (rumah), guru 20.000 (rumah), tenaga migran 20.000 (rumah), tenaga kesehatan atau nakes, bidan dan tenaga kesehatan masyarakat 30.000 (rumah), wartawan 1.000 (rumah), kemudian TNI Angkatan Darat 4.500 (rumah), ojek (online) dan sebagainya. Itu sudah hampir habis 220.000 (unit) itu,” papar Ara, sapaan akrab Maruarar, di kantornya, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (14/4/2025) malam.
Baca Juga
Ihwal itu, Ara mengharapkan dengan adanya dukungan dari kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian BUMN, beserta perbankan BUMN dapat mempercepat tambahan kuota perumahan bersubsidi dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan kita bisa meluncurkan, melanjutkan dan memperbesar, memperbanyak program rumah bersubsidi yang sangat diminati dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” ucap Ara.
Baca Juga
Selain Tenaga Kesehatan, Menteri Ara akan Alokasikan Rumah FLPP bagi Profesi Ini
Sebelumnya, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebutkan, realisasi penyaluran rumah subsidi dengan skema FLPP akan mencapai 160.260 unit hingga 28 April 2025 yang direncanakan bakal dilaksanakan prosesi penyerahan 30.000 rumah FLPP kepada tenaga kesehatan.
“Sore hari ini dengan segmen perawat, bidan, dan tenaga kesehatan, kurang lebih sudah teralokasi 160.260 unit,” kata Heru beberapa waktu lalu
Dikatakan Heru, proses pembangunan rumah subsidi mulai dari 20 Oktober 2024 – 27 Maret 2025 telah mencapai 141.296 unit. “Kami laporkan juga mulai 20 Oktober Pak Prabowo menjalankan amanah sebagai Presiden hingga hari ini sudah terbangun (rumah FLPP) kurang lebih 141.296 unit, baik yang masih dalam proses pembangunan maupun yang sudah akad dan sudah tersalur pembiayaannya,” tutur dia.
Sebelumnya, Menteri Ara telah menyebutkan, kuota rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan ditambah lagi kurang lebih 220.000 unit. Artinya, total kuota rumah FLPP di tahun 2025 diperkirakan sekitar 440.000 unit.
“Ya, kita sudah mendapatkan dukungan dari Presiden Prabowo, Wakil Ketua DPR Pak Dasco, juga dari Bank Indonesia. Kita sudah siapkan untuk 220.000 (unit) lagi,” ungkap Ara di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Kamis (27/3/2025) lalu.

