Selain Belanda, Giant Sea Wall Diminati China dan Korea Selatan
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, proyek strategis nasional (PSN) tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW) telah menarik minat investor asing, mulai Belanda, China, dan Korea Selatan.
Demikian disampaikan seusai pertemuan dengan Menteri Sekretariat Negara (Mensetneg) Prasetyo Hadi, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, serta seluruh perwakilan BUMN Karya.
“Kemarin disampaikan oleh Pak Menko Infrastruktur (Agus Harimurti Yudhoyono), China juga tertarik, Korea (Selatan) juga tertarik. Sebetulnya cukup banyak, hanya ya formatnya dahulu kita benerin lalu kita berbicara teknisnya,” kata Dody di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2025).
Dia menargetkan, detail engineering design (DED) tanggul laut raksasa dapat diselesaikan hingga akhir 2025. “Tahun-tahun ini harapan saya kalau bisa DED-nya kelar,” tutur Dody.
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Belanda sebelumnya berkomitmen menyokong pembangunan infrastruktur nasional dengan pinjaman lunak (soft loan) sebesar 300 juta euro atau Rp 5,73 triliun (asumsi kurs Rp 19.112 per euro).
“Kami belajar banyak dari pengalaman Belanda dalam mengelola sumber daya air. Untuk itu sangat penting kolaborasi dalam penguatan kapasitas generasi muda dan pertukaran pengetahuan, seperti melalui The Dutch Training and Exposure Program (Dutep)," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (14/4/2025).
Dia menambahkan, saat ini program prioritas pemerintah di bidang sumber daya air adalah jaringan irigasi, air siap minum, pengendalian banjir, dan pengamanan pesisir.
Baca Juga
Grup Salim Ikut Kembangkan SPAM Kertasari Bandung Senilai Rp 1,047 Triliun
“Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi pesisir pantai utara Jawa dari ancaman banjir rob, abrasi, dan land subsidence. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan akan menjadi leading koordinator, dan ditugaskan oleh presiden untuk membentuk badan otorita terkait Giant Sea Wall,” ucap Dody.
Kementerian PU dan Kementerian Infrastruktur dan Sumber Daya Air Belanda memiliki kerja sama bidang air di bawah naungan ‘MoU on Water’ sejak 2000 dan saat ini telah memasuki periode ke-5 dengan pembaharuan MoU yang ditandatangani pada 2022 dan berlaku hingga 2027.
Adapun pertemuan kali ini membahas kerja sama, termasuk kegiatan yang akan didanai dengan skema pinjaman dan hibah Pemerintah Belanda melalui Invest Internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan Asean Marc Gerritsen menyatakan komitmen Pemerintah Belanda melalui lembaga pendanaan Invest International untuk mendukung program prioritas Indonesia.
“Invest International, melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan Indonesia, telah menyiapkan paket pendanaan senilai 300 juta euro dalam bentuk hibah dan pinjaman lunak untuk mendukung proyek-proyek strategis di sektor air, energi terbarukan, dan pengelolaan sampah,” ungkap Dubes Gerritsen.

