Bawa Pesan Penting soal AI, Jack Ma Kembali Muncul ke Publik
HANGZHOU, investortrust.id - Setelah cukup lama menghilang dari sorotan publik, pendiri Alibaba Jack Ma kini kembali muncul dengan pesan penting tentang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam sebuah kunjungan ke kantor pusat Alibaba di Hangzhou, China, Kamis (10/4/2025), Ma menegaskan, peran AI yang untuk tidak menggantikan peran manusia.
“Saya selalu percaya bahwa AI bukan menggantikan manusia, tetapi membuat hidup manusia lebih baik,” ujar Ma di hadapan para karyawan Alibaba.
Baca Juga
Pemerintah Mau Kerja Sama dengan Fintech Besutan Jack Ma, Targetkan UMKM
Ia bahkan menyebut bahwa tugas para ilmuwan untuk memastikan AI benar-benar memahami manusia dan mendukung keberlangsungan hidup mereka.
Dilansir dari Bloomberg, Ma menekankan bahwa mesin tidak perlu menjadi seperti manusia. Sebaliknya, teknologi harus dikembangkan agar bisa memahami cara berpikir manusia dan melakukan hal-hal yang manusia tidak bisa lakukan. Menurutnya, AI yang baik adalah mampu menjadi perpanjangan tangan manusia, bukan pesaing.
Menariknya, pernyataan ini datang di tengah agresifnya Alibaba dalam mengembangkan teknologi AI. Perusahaan raksasa e-commerce itu telah meluncurkan model AI andalannya, Qwen, yang bersaing dengan OpenAI serta perusahaan AI asal China lainnya, seperti Deepseek.
Baca Juga
Sejak awal 2024, Alibaba mulai mengubah arah bisnisnya secara signifikan. CEO Eddie Wu menyatakan bahwa misi utama perusahaan kini adalah menciptakan Artificial General Intelligence (AGI), bentuk AI yang punya kecerdasan setara manusia. Meski konsep belum sepenuhnya jelas, ambisi ini menunjukkan betapa seriusnya Alibaba dalam pertarungan AI global.
Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya Alibaba untuk bangkit setelah beberapa tahun penuh tekanan. Sebelumnya, Jack Ma sempat bersitegang dengan Pemerintah China terkait regulasi sektor swasta, yang membuatnya menarik diri dari panggung publik.
Kembalinya Jack Ma dengan pesan yang lebih filosofis soal AI jadi momen penting, bukan hanya untuk Alibaba, tetapi industri teknologi secara global. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. “Kalau kita gagal membuat AI mengerti manusia, maka kita sedang menciptakan sesuatu yang bisa membahayakan,” pungkas Ma. (C-13)

