PDN-1 Rampung, Kemenkomdigi Apresiasi Dukungan Prancis
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengumumkan bahwa pembangunan Pusat Data Nasional 1 (PDN-1) rampung dan memasuki tahap provisional hand over (PHO) atau serah terima sementara, sebelum menuju serah terima akhir (final hand over/FHO).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan apresiasinya dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri dan Warga Prancis di Luar Negeri, Laurent Saint-Martin.
Ia menekankan bahwa dukungan Pemerintah Prancis dan perusahaan-perusahaan multinasional menjadi kunci keberhasilan proyek ini. “Hubungan erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis, terutama dalam bidang teknologi digital, menjadi bukti komitmen kedua negara untuk saling mendukung dan mendorong inovasi, dengan kolaborasi solid,” ucapnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/4/2025).
Baca Juga
Menkomdigi Sebut Operasional PDN Kemungkinkan Mundur, Ini Penyebabnya!
Meutya menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi digital sebagai strategi percepatan transformasi nasional. Menurutnya, kerja sama seperti ini bisa menjadi model pengembangan sektor digital di masa depan.
Sementara itu, Saint-Martin menyatakan bahwa kemitraan yang telah terjalin lama menjadi dasar kuat peluang kerja sama baru, terutama di bidang teknologi. Ia juga menyebut Indonesia sebagai mitra strategis Prancis di kawasan Asia.
“Perancis dan Indonesia memiliki sejarah kuat dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan. Kami percaya bahwa kerja sama di bidang digital akan memperkuat pertukaran pengetahuan dan inovasi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara,” ujar Saint-Martin.
Baca Juga
Kemenkomdigi Usul Tambah Anggaran Rp 9,69 Triliun untuk Bangun PDN Cikarang
Pertemuan bilateral ini juga menjadi forum pendahulu menjelang kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia bulan depan. Diharapkan kunjungan tersebut dapat memperluas cakupan kemitraan strategis, khususnya dalam bidang teknologi dan keamanan digital.
Sekadar informasi, PDN-1 dibangun di Cikarang melalui skema kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis. Proyek ini dibiayai melalui pinjaman Pemerintah Prancis senilai 164,6 juta euro atau sekitar Rp 2,7 triliun, dengan masa pengerjaan 24 bulan sejak November 2022.
Untuk menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur, Kemenkomdigi menggandeng lembaga strategis, seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Strategis (Bais), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kolaborasi ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas dan perlindungan data nasional. (C-13)

