HKTI Harap Pemerintah Manfaatkan Kebijakan Tarif Trump untuk Perjuangkan Komoditas Ekspor
JAKARTA, investortrust.id – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong pemerintah untuk memanfaatkan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai peluang dalam memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional. Dalam hal ini khususnya untuk komoditas ekspor seperti minyak sawit mentah (cride palm oil/CPO), karet dan kopi.
Delegasi DPN HKTI Delima Azahari menyampaikan bahwa Indonesia selama ini mengimpor sejumlah komoditas dari AS seperti kedelai dan gandum, serta berpotensi menambah impor jagung. Kondisi ini dinilai dapat menjadi bahan negosiasi dalam hubungan dagang kedua negara.
"Kalau kita mengimpor, tentu kita juga punya hak untuk memperjuangkan ekspor kita," ujarnya dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Ia menekankan pentingnya pemerintah memperjuangkan tarif ekspor untuk komoditas unggulan Indonesia, terutama karet dan kopi, agar dapat bersaing secara harga di pasar AS.
Sebagai perbandingan, tarif impor kopi dari negara-negara Amerika Latin seperti Kolombia hanya sekitar 10%. Jika tarif untuk kopi Indonesia lebih tinggi, maka produk dalam negeri berisiko kehilangan daya saing, meskipun permintaannya di pasar Amerika terbilang tinggi.
Selain itu, HKTI juga mengusulkan peningkatan daya saing petani dalam negeri melalui penguatan kelembagaan. Usulan tersebut meliputi penguatan organisasi HKTI, pembentukan koperasi sekunder, serta peningkatan peran wanita tani dan pemuda tani dalam pembangunan sektor pertanian.
Delima pun berharap pemerintah dapat mengakomodasi aspirasi ini dalam perundingan dagang ke depan, guna melindungi dan memberdayakan petani lokal di tengah dinamika perdagangan global.
Baca Juga
Sentil Prabowo soal Pupuk Langka, Ganjar: Saya Ingatkan Bapak Pernah Jadi Ketua HKTI
Secara terpisah, Ketua Umum DPN HKTI Fadli Zon menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah dalam menghadapi kebijakan 'Tarif Trump' yang dinilai bisa merugikan petani dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) sektor pangan.
"Kami mendukung langkah pemerintah menghadapi kebijakan tarif Amerika Serikat. Fokus utama kami adalah menjaga ketahanan ekonomi petani dan UKM pangan," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (9/4/2025).
Fadli menegaskan, HKTI mendorong pemerintah mengintensifkan diplomasi perdagangan internasional sambil memperluas pasar ekspor.
"Diplomasi perdagangan harus mengedepankan prinsip trade for development agar kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas," ujarnya.
DPN HKTI juga mendukung percepatan program makan bergizi gratis dan bantuan sosial. Menurut HKTI, kedua program ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendukung produktivitas pertanian. Untuk menunjang keberlanjutan, HKTI mendorong penerapan sistem intercropping di lahan perkebunan dan regenerative agriculture di lahan kritis.
HKTI juga meminta optimalisasi dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), baik melalui dana keluar maupun pajak ekspor, agar dialokasikan langsung untuk peningkatan produktivitas petani.
Menghadapi potensi pergeseran rantai pasok global akibat Tarif Trump, HKTI mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam membuka pasar baru. "Indonesia harus memanfaatkan peluang agar petani menjadi basis produksi ekspor. Tapi jangan hanya menjadi pelampiasan pasar," ucap Fadli Zon.
Baca Juga
Indonesia Tak Perlu Kirim Tim Negosiasi atas Kebijakan Tarif Trump
Kawasan ASEAN dan Pasifik disebut sebagai basis strategis yang dapat dikembangkan sebagai pasar utama produk pertanian Indonesia.
Terkait kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap sejumlah komoditas, seperti Tarif Trump pada CPO, karet, dan kopi, DPN HKTI menyarankan agar Indonesia menerapkan tarif resiprokal terhadap impor kedelai, gandum, dan jagung dari AS. Alternatif lainnya adalah membuka pasar impor tersebut dengan syarat penghapusan tarif ekspor produk unggulan Indonesia.
"Negosiasi ini penting. Kita perlu mendorong promosi CPO, karet, dan kopi di pasar Amerika, sambil memperjuangkan tarif yang lebih adil," kata Fadli Zon.
Adapun delegasi DPN HKTI pada sarasehan yang terdiri dari Delima Azahari, Iriana Muadz, Manimbang Kahariady, Mulyono Machmur dan Anita Ariyani turut mengusulkan langkah strategis untuk mengakselerasi sektor riil melalui stimulus fiskal dan nonfiskal.

