Pemerintah Siapkan Menu Penawaran di Meja Negosiasi Tarif Impor
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah menu penawaran yang menjadi pertimbangan negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS). Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, menu penawaran yang akan dibawa meja negosiasi tarif impor AS mengandung tiga hal.
“Kami berkomitmen mengenai langkah-langkah administrasi. Ada tiga hal yang kami sampaikan,” kata Anggito, di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).
Tiga hal yang masuk dalam menu penawaran negosiasi tersebut di antaranya, percepatan pemeriksaan pajak, pengurangan dan penyerderhanaan restitusi bagi wajib pajak, dan modernisasi perizinan di Bea Cukai.
Baca Juga
Dikenai Tarif Impor 32%, Airlangga: Negosiasi, Kita Tingkatkan Volume Beli Produk AS
Anggito mengatakan, proses percepatan pemeriksaan pajak dilakukan pembenahan karena mendapat keluhan dari perusahaan asing. Selain itu, proses penyederhaan dan percepatan restitusi pajak penguasaha dapat proses yang lebih transparan dan adil.
Untuk proses di Bea Cukai, Anggito mengatakan pemerintah akan menggunakan scanner menggunakan X-Ray yang lebih mudah untuk dipahami eksportir dan importir. Ini tidak hanya eksportir menuju AS dan importir dari AS.
“Itu instrumen atau mesin yang diberikan kepada semua importir,” ujar dia.
Baca Juga
Malaysia akan Pimpin Asean Respons Tarif Impor yang Ditetapkan Trump
Anggito menjelaskan penerapan tiga hal tersebut tidak semata-mata merespons aturan yang dibuat United State Trade Representative (USTR). Proses reformasi memang menjadi kebutuhan pemerintah.
“Ini ada momentum, jadi kita launch sekaligus,” kata dia.
Anggito mengatakan akan membuka menu penawaran untuk pilihan negosiasi di AS. Ini termasuk mengkaji ulang tarif PPn impor dan PPH. “Pokoknya semua kita sampaikan benefit dan cost-nya,” kata dia.

