Trump Segera Umumkan Tarif Impor Baru, Bisa Hantam Indonesia atau Justru Datangkan Keuntungan?
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan segera mengumumkan tarif besar-besaran pada impor barang terhadap negara-negara lain. Dengan sebutan 'Liberation Day', kebijakan Trump untuk melindungi domestiknya ini akan memicu perang dagang semakin luas.
Trump sendiri akan memberlakukan tarif impor yang besar pada negara-negara yang membuat Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan. Salah satunya adalah terhadap Indonesia yang menyumbang defisit pada perdagangan AS sebanyak US$18 miliar.
Lantas bagaimana dampaknya ke perdagangan Indonesia apabila Trump turut memberlakukan tarif impor yang cukup besar untuk Tanah Air?
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, dampak yang akan terasa adalah pangsa pasar Indonesia di Amerika Serikat akan berkurang. Kendati demikian, ia meminta agar tidak hanya melihat dari satu sisi.
"Nah, tapi kalau kita melihat pada sisi yang lain, bahwa pengenaan tarif impor ini dikenakan pada semua negara," ucap Faisal kepada investortrust.id, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Harap-harap Cemas Menunggu Pengumuman Tarif Trump, Sebuah Gong Perang Dagang Global Dimulai?
Pasalnya, menurut Faisal, jika melihat data, negara-negara selain Indonesia berpotensi terkena tarif yang jauh lebih besar, seperti di antaranya, China, Meksiko, Kanada dan Vietnam. Dari itu, ia menyebutkan, Indonesia memiliki potensi untuk berdaya saing dari segi harga dibandingkan negara-negara tersebut.
"Nah, kalau mereka dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia, sebetulnya ini merupakan peluang bagi Indonesia karena artinya secara price, walaupun kita kemungkinan daya saingnya dibandingkan dengan produk serupa yang diproduksi oleh Amerika, itu turun daya saingnya," terangnya.
"Tapi dibandingkan dengan produk serupa dari negara lain, negara pesaing, itu menjadi lebih kuat, terutama jika negara pesaing tersebut memang betul-betul dikenakan tarif yang lebih tinggi," imbuh Faisal.
Apalagi, komoditas yang diekspor dari Indonesia dan Vietnam ke Amerika Serikat memiliki banyak kesamaan. Sebut saja, mesin dan perlengkapan elektronik, aksesoris, alas kaki hingga perabotan rumah tangga.
Sementara itu, tarif impor yang akan dikenakan negeri Paman Sam terhadap Vietnam tersebut akan lebih tinggi dikarenakan defisit perdagangan yang disumbangkan Vietnam ke Amerika Serikat adalah sebanyak US$ 172 miliar.
"Jadi ada kemungkinan kita punya dari sisi daya saing harga produk serupa, dibandingkan Vietnam dengan China jadi lebih membaik, lebih bagus semestinya. Artinya di sisi yang lain kita bisa punya bangsa pasar semestinya lebih bagus," paparnya.

