Wamendag Roro Ungkap Penyebab Harga Cabai Melambung Tinggi di Momen Idulfitri
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengungkapkan penyebab harga cabai melambung tinggi pada momen bulan Ramadan hingga Idulfitri. Ia mengatakan, hal tersebut dikarenakan faktor cuaca yang ekstrem yang dapat membuat gagal panen.
“Itu karena faktor cuaca ya,” ucap Wamendag Roro saat ditemui usai menghadiri open house di kediaman Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).
Untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai tersebut, Wamendag Roro menjelaskan pihaknya melakukan koordinasi secara intens dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memantau harga komoditas pangan itu di pasaran.
“Tapi itu kita koordinasiikan dengan bapanas, karena itu salah satu prioritas yang dipantau oleh bapanas. Semoga bisa terkendali kedepannya. Memang faktor cuaca itu suatu hal yang nggak bisa kita kontrol ya, tapi kita akan terus monitor,” terangnya.
Baca Juga
Kepala Bapanas Klaim Harga Cabai Rawit Sudah Turun, Tak Lagi Rp 100.000 per Kg
Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan survei pemantauan komoditas pangan di pasar tradisional dan pasar modern menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dari temuan itu, dua komoditas, yakni cabai rawit dan bawang putih, mengalami kenaikan yang signifikan hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pemantauan KPPU, harga cabai merah di pasar tradisional berkisar antara Rp 37.000 – Rp 67.250/kg, dengan harga tertinggi di Samarinda. Di pasar modern, harga tertinggi tercatat di Samarinda (Rp144.900/kg). Beberapa daerah mencatat kenaikan harga yang signifikan di atas HAP.
Kemudian, Harga cabai rawit mengalami lonjakan signifikan, terutama di Bandung (Rp115.000/kg) dan Samarinda (Rp167.450/kg). Kenaikan harga cabai rawit terjadi di hampir seluruh wilayah survei.

