Danantara Bajak Dua Bos INA, Ini Profil Arief Budiman dan Stefanus Ade Hadiwidjaja
JAKARTA, investortrust.id - Ada yang menarik saat CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan susunan pengurus Danantara. Dalam susunan pengurus yang diumumkan Rosan, terdapat dua nama yang diketahui merupakan pimpinan dari Indonesia Investment Authority (INA).
Rosan Roeslani mengungkap Danantara berhasil membajak dua bos INA, yakni Arief Budiman dan Stefanus Ade Hadiwidjaja. Disebut oleh Rosan, Arief yang menjabat sebagai deputy CEO INA sejak 2021 akan ditugaskan menjadi managing director finance di bawah koordinasi board of director (BoD) Danantara.
Baca Juga
Pandu Sjahrir Optimistis Susunan Pengurus Danantara Kembalikan Sentimen Positif IHSG
"Pak Arief Budiman aktif dalam pembentukan INA, bersama-sama dengan kami pada saat awal, jadi ini (Arief Budiman) adalah CFO Danantara," ungkap Rosan dalam agenda Meet the Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (24/3/2025).
Rosan memastikan nantinya Arief Budiman akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai deputi CEO INA. Dia menyebut jajaran managing directors di Danantara tidak diperkenankan untuk melakukan rangkap jabatan.
"Pak Arief akan join secara full di dalam Danantara, jadi tidak ada rangkap jabatan," sebut Rosan.
Selain Arief, terdapat nama Stefanus Ade Hadiwidjaja yang ditunjuk oleh Rosan sebagai managing director investment Danantara. Stefanus nantinya akan bekerja di bawah holding investasi Danantara yang dipimpin CIO Pandu Sjahrir
.
Dengan bergabungnya Arief Budiman dan Stefanus Ade Hadiwidjaja, Rosan sempat menyinggung permohonan maaf kepada INA.
"Mohon maaf (kepada) INA, the best talent-nya, ada dua yang kita rekrut di sini, tetapi memang kita akan selalu berkontribusi bersama-sama," ujar Rosan.
Profil Arief Budiman
Arief Budiman dikenal sebagai seorang profesional di bidang keuangan. Dia menamatkan pendidikan sarjana pada jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1996. Kemudian dia melanjutkan studi dengan mengambil master bidang keuangan di Wharton School of the University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) pada 2002.
Dia diketahui memiliki pengalaman profesional lintas negara, seperti di AS, Asia Utara dan Asia Tenggara. Di antaranya pernah bekerja di McKinsey & Company tahun 2007-2014. Capaian lain yang dia catatkan adalah menunjukkan peran kepemimpinan strategis dalam restrukturisasi dan transformasi BUMN sektor energi dan keuangan dengan bekerja sebagai CFO Pertamina (2014-2018) dan Presiden Direktur Danareksa (2018-2021).
Dia pun berperan dalam pembentukan sovereign wealth fund (SWF) pertama di Indonesia, yakni INA pada 2021. Kemudian dia ditunjuk sebagai deputi CEO INA sejak 2021 hingga saat ini.
Baca Juga
Rosan Roeslani Pastikan Prabowo Tak Titip Nama Jadi Pengurus Danantara
Profil Stefanus Ade Hadiwidjaja
Stefanus Ade Hadiwidjaja adalah seorang lulusan sarjana Teknik Industri dari Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2002. Dia kemudian melanjutkan studi dengan meraih gelar master pada jurusan Administrasi Bisnis di The Wharton School, University of Pennsylvania AS tahun 2010.
Berturut-turut karier profesional Stefanus Ade Hadiwidjaja, yakni pernah bekerja sebagai Business Development Associate di Federal International Finance (2002-2003), Territory Service Leader IBM (2004), Project Manager Arghajata (2006-2008), Project Leader Boston Consulting Group (2010-2013) hingga Acting CEO Simba Indosnack (2016-2020).
Kemudian, ia tercatat pernah bekerja sebagai Managing Director, Head of Indonesia & Singapore, Creador (2013-2021). Puncaknya pada tahun 2021 dia ditunjuk sebagai CIO INA.
Stefanus diketahui pernah memimpin investasi senilai lebih dari US$ 3 miliar dalam 2,5 tahun terakhir. Dia dikenal fokus pada investasi di sektor kesehatan, infrastruktur serta pasar menengah regional.

