Startup Bos ChatGPT Minat Bangun Perangkat Canggih di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan startup milik CEO OpenAI, Sam Altman, yakni Tools for Humanity (TFH) berencana membuat perakitan perangkat canggih mereka di Indonesia. Langkah itu disebut sebagai bagian dari rencana investasi mereka di Tanah Air.
Sebagaimana diberitakan, TFH tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). MoU ini sekaligus membuka investasi di sektor digital, khususnya pengembangan teknologi AI.
General Manager World Indonesia, Wafa Taftazani, menyebut salah satu komitmen yang akan mereka tawarkan adalah perakitan Orb, sebuah perangkat canggih yang dapat mendeteksi apakah seseorang merupakan manusia asli atau bukan.
"Kami menyampaikan komitmen investasi jangka panjang di sektor digital Indonesia, mencakup tidak terbatas untuk ini (Orb) untuk dirakit di Indonesia. Bermitra dengan perusahaan Indonesia, bekerjasama dengan tenaga kerja di Indonesia," kata Wafa kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Tak cuma itu, TFH juga akan melakukan investasi di bidang pengembangan SDM, terutama untuk di bidang AI dan Blockchain. "Ada juga pelatihan developer, komunitas, akademis, hingga mahasiswa untuk bisa lebih siap di era AI," jelasnya.
Sekadar informasi, World App menawarkan World ID, sebuah alat verifikasi identitas online yang aman dan pribadi. Wafa pun menjelaskan jika teknologi ini siap menjawab masalah-masalah keamanan data di sejumlah sektor industri di Tanah Air.
"World ID menjadi salah satu teknologi yang jadi keunggulan kami, bahkan di Malaysia teknologi ini digunakan untuk membuat SIM," jelasnya.
Terkait kapan dan berapa nilai investasi yang akan TIF tawarkan di Indonesia, Wafa masih belum mau berbicara banyak. Ia hanya berharap agar rencana ini bisa segera terealisasi.
"Untuk berapa nilainya (investasi), nanti pihak pusat yang akan menginfokan. Yang jelas kami berharap agar rencana ini bisa terwujud, dan dapat memberdayakan banyak pihak termasuk UMKM," tandasnya. (C-13)

