Alwi Shihab: Kepercayaan Investor Timur Tengah terhadap Indonesia Masih Rendah
JAKARTA, Investortrust.id – Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menilai kepercayaan investor asal Timur Tengah terhadap iklim investasi di Indonesia masih rendah.
Hal itu terungkap dalam acara buka bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang luar negeri di Ballroom Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Alwi Shihab hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut.
"Kita harus jujur, kepercayaan orang Timur Tengah terhadap Indonesia masih rendah. Mereka lebih memilih Singapura, yang berhasil menarik lebih dari 50% dari total investasi di ASEAN senilai US$ 200 miliar. Sementara itu, Indonesia hanya mendapatkan sekitar 10-11%," ungkapnya.
Di hadapan sejumlah anggota Kadin Indonesia dan perwakilan duta besar yang hadir, Alwi Shihab berbicara tentang investasi di Timur Tengah dan Indonesia. Alwi mengatakan kepercayaan investor Timur Tengah terhadap iklim investasi di Indonesia masih menjadi tantangan besar.
Baca Juga
Dalam sebuah perbincangannya dengan seorang pejabat Qatar Sheikh Hammad Bin Jassim Al-Thani, dikatakan bahwa meskipun memiliki investasi di Indonesia, sebagian besar dana tersebut dialihkan melalui Singapura. Alasannya adalah karena lingkungan investasi di Indonesia dianggap kurang menarik, ditambah dengan minimnya kepercayaan dari pemerintah asing terhadap stabilitas ekonomi dan regulasi di Tanah Air.
Menurutnya fenomena ini memperkuat pandangan bahwa pemodal akan selalu mencari tempat yang lebih aman dan stabil. Investor tidak akan mengambil risiko jika mereka tidak yakin terhadap komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Namun, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ia berharap perubahan signifikan dapat terjadi, terutama dalam hal pemberantasan korupsi dan reformasi kebijakan investasi. Jika langkah konkret diambil, menurutnya bukan tidak mungkin kepercayaan investor, terutama dari Timur Tengah akan meningkat.
"Melalui Pak Prabowo, semua pendekatan terhadap kepercayaan iklim investasi (diharapkan) juga bisa diperbaiki," ungkapnya. (C-14)

