Pemerintah Bakal Bangun Skytrain Sentul-Harjamukti dan Lebak Bulus-Serpong
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya membangun proyek kereta feeder atau skytrain yang menghubungkan kawasan Sentul dengan Stasiun Harjamukti LRT Jabodebek dan kawasan Serpong ke Stasiun Lebak Bulus MRT Jakarta.
“Kita buka kepada siapa pun (proyek skytrain ini), nanti kita lihat proposal yang masuk ke kita. Yang penting kita ingin mencoba angkutan seperti itu bisa dibuka untuk swasta,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga
Bertambah 70%, 2 Juta Orang Naik LRT Jabodebek pada Februari 2025
Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan, kedua proyek itu akan digarap melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) unsolicited alias investasi swasta murni.
Adapun kedua proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). “Mereka (pihak swasta) sudah mengajukan permohonan letter of intent untuk membangun skytrain. Jadi, FS dari mereka nanti kita menyusun piloting-nya,” ucap dia.
Sebagai informasi, Kemenhub berencana membangun dua skytrain sebagai feeder MRT Jakarta dan LRT Jakarta. Kedua skytrain ini akan berada di Sentul untuk terhubung ke LRT Jabodebek dan di Tangerang yang terhubung ke MRT Jakarta. Kedua proyek yang dikaji ini ditawarkan ke swasta dengan penekanan tanpa penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Baca Juga
KAI Tambah Operasi 2 Kereta LRT Jabodebek, Simak Jadwal Terbarunya
Sementara itu, Risal menjelaskan, setidaknya ada empat investor yang berminat untuk menggarap pembangunan skytrain tersebut, di antaranya Belarusia, Jerman, dan dua investor dari China. “Kami tengah minta kajian dari mereka, nanti kita buat investor gathering,” ungkap dia.
Risal menambahkan, pembangunan skytrain ini memakan biaya hingga Rp 200 miliar per kilometer. Namun demikian, dia belum dapat memastikan kapan dimulainya pembangunan kedua proyek skytrain itu. “Pembangunan (skytrain) ini hanya memakan waktu 6 bulan,” tutup dia.

