Komut Pertamina Iwan Bule Imbau Media Ikut Kawal Pertamina
JAKARTA, Investortrust.id – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengimbau para insan media untuk ikut mengawal kinerja PT Pertamina, di tengah langkah hukum yang tengah dilakukan Kejaksaan Agung atas tuduhan korupsi terhadap sejumlah personal di tubuh perseroan.
“Kami selaku Jajaran Komisaris menaruh harapan terus kepada teman-teman untuk mengawal kami dan jajaran Pertamina atas kejadian yang menimpa keluarga besar kami, Pertamina,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule ini dalam kesempatan Buka Puasa Bersama Pimpinan Media Massa di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut Iwan Bule menegaskan apa yang terjadi saat ini, terkait tuduhan korupsi di tubuh Pertamina, bukan dilakukan oleh Korporat. “Jadi sebetulnya anak-anak yang tidak tahu apa-apa, menjadi harus terima (konsekuensi). Karena memang ulah dari segelintir teman-teman kita yang mungkin bisa dikatakan tidak mengira akan terjadi turbulensi macam sekarang, itu mungkin tidak terfikirkan,” kata Iwan Bule.
Iwan mengaku jajaran komisaris dan dewan direksi perseroan harus mengalami kesulitan untuk bisa membangun kembali kepercayaan dari masyarakat pada perseroan. Apalagi serangan atas kredibilitas Pertamina terjadi secara masif lewat media sosial, yang menurutnya amat sulit untuk diantisipasi.
Ia pun menyatakan rasa syukurnya bahwa di masa sulit tersebut, insan pers dan industri media massa tetap mendukung PT Pertamina. Sekaligus Iwan menyampaikan harapannya agar Pertamina bisa mendapatkan masukan dari para jurnalis dan pimpinan media massa untuk bisa mengatasi persoalan yang dihadapi saat ini. “Sekali lagi kita minta masukan, minta arahan dari teman-teman pimpinan redaksi, apa yang kita harus lakukan untuk mengantisipasi,” tuturnya.
Baca Juga
Dirut Pertamina: Izinkan Kami Perbaiki Tata Kelola agar Masyarakat Kembali Percaya
Masih dalam kesempatan yang sama, ia juga menyatakan rasa syukurnya bahwa kepercayaan masyarakat kepada Pertamina telah tumbuh kembali.
Sebagaimana diberitakan, aksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan perbuatan para tersangka di kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, sub-holding, dan kontraktor kontrak kerja sama periode 2018-2023 tidak terkait dengan kebijakan PT Pertamina, kasus korupsi tersebut dilakukan oleh segelintir oknum.
"Bahwa benar ada fakta hukum yang menyatakan bahwa Pertamina Patra Niaga melakukan pembelian dan pembayaran terhadap BBM atau RON 92, namun yang diterima adalah BBM RON 88 atau 90," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2/2025)
Menanggapi hal ini, Iwan Bule menyebut pihaknya tetap berpegang pada azaz praduga tak bersalah. “Tapi kejaksaan sudah menahan, sudah menggeledah, artinya ada bukti permulaan yang cukup kuat untuk mengarah suatu tindak berdana, yaitu tindak pidana korupsi,” kata Iwan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan PT Pertamina (Persero) terus memperbaiki tata kelola perusahaan agar kepercayaan masyarakat dapat tumbuh kembali di tengah kasus hukum dugaan korupsi minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Baca Juga
Pertamina Targetkan Produksi Minyak di 2025 Tumbuh 4%, Gas 3%
"Izinkan kami untuk sama-sama terus memperbaiki diri, memperbaiki tata kelola lebih baik," kata Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri saat buka Bersama dengan pemimpin redaksi media massa di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Dia mengatakan, keluarga besar Pertamina saat ini harus bekerja keras, tidak hanya dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan. "Kerja keras, doa, serta usaha dan bantuan semua pihak," kata dia. Dengan pembenahan pada Pertamina, lanjut Mantiri, perlahan-lahan diharapkan kepercayaan masyarakat dapat kembali kepada perusahaan.
Mantiri juga menyampaikan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksanaan Agung. "Kami sangat menghormati proses hukum itu dan akan kita ikuti terus sampai proses hukum selesai," kata dia. Simon berharap dengan masukan konstruktif dari publik, dapat kembali membawa Pertamina berprestasi lebih baik, maju semakin sukses dan kembali lagi menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.

