Indonesia dan Vietnam Jajaki Transaksi dan Pembayaran Lintas Negara
Editor | Whisnu Bagus Prasetyo
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, Indonesia dan Vietnam akan memperluas kerja sama lintas sektor untuk mendukung perekonomian. Langkah yang dapat dilakukan kedua negara dengan memaksimalkan potensi ekonomi digital.
"Indonesia dan Vietnam dapat mendorong pembayaran dan transaksi lintas batas, yang akan mempercepat kegiatan ekonomi," kata Airlangga dalam "Forum High Level Business Dialogue Indonesia-Vietnam" di Jalarta, Senin (10/3/2025).
Pembayaran dan transaksi lintas batas atau cross border payment atau pembayaran internasional memudahkan transaksi antarnegara dan menghilangkan hambatan berupa kurs mata uang. Selain itu, memfasilitasi pertukaran teknologi dan inovasi dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.
Airlangga menyebut, ASEAN menargetkan penandatanganan ASEAN Digital Economic Framework Agreement pada ASEAN Summit 2025. Melalui penandatanganan tersebut, diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi bagi negara di ASEAN. "Diharapkan hal ini juga akan menggandakan ekonomi digital ASEAN menjadi US$ 1 triliun pada 2030," ujarnya.
Selain itu, Airlangga juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang teknologi. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan membantu bisnis usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) untuk berkembang dan bersaing di kancah global.
"Kami menyambut raksasa teknologi Vietnam, FPT, yang memperluas jaringan mereka di Indonesia di bidang energi, perbankan, teknologi informasi komputer (TIK), serta di bidang artificial intelligence (AI), blockchain, dan komputasi awan dengan perusahaan, seperti Pertamina, Ciputra, atau Metrodata," kata dia.
Airlangga bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien juga telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama peningkatan kapasitas di bidang teknik dan ekonomi digital. Ia meyakini, kesepakatan tersebut untuk mengembangkan kapasitas insinyur dan talenta teknologi dalam mempromosikan ekonomi digital, termasuk TIK, semikonduktor, dan industri kendaraan listrik.
"Saya kira dengan pertemuan hari ini, kita telah menunjukkan semangat kedua negara, para pengusaha dan investor. Oleh karena itu, saya optimistis Indonesia dan Vietnam dapat membangun kemitraan yang menguntungkan bangsa kita dan memberikan kontribusi bagi masyarakat global," tuturnya. (C-14)
