Sambut Libur Lebaran, Garuda Indonesia (GIIA) Siapkan 1,9 Juta Kursi dan 95 Armada
JAKARTA, investortrust.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menaungi maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink mengungkapkan kesiapannya melayani penumpang dalam menyambut periode libur Lebaran 2025/1446 hijriah. Garuda menyiapkan hingga 1,9 juta kursi penumpang dan 95 armada pesawat.
"Ini kesiapan kita untuk menampung traffic Lebaran dan ini tumbuh (lebih banyak) dari tahun sebelumnya," kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade Susardi dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Ade menjelaskan, 1,9 juta kursi tersebut merupakan akumulasi total dari yang disediakan Garuda Indonesia dan Citilink. Dari total kursi yang disediakan, Garuda Indonesia Indonesia menyiapkan 1.027.255 kursi, sedangkan Citilink menyediakan 902.830 kursi. Hal itu sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan 10.906 dari kedua maskapai.
Emiten dengan kode saham GIIA ini juga mengungkapkan telah menyiapkan 95 armada dari Garuda Indonesia dan Citilink untuk mendukung operasional selama periode libur Lebaran 2025/1446 H. Untuk Garuda Indonesia disiapkan 43 unit Boeing 737-800NG, 11 unit Airbus 330 Series, dan tujuh unit Boeing 777-300ER. "Jadi, ini (Boeing 737-800NG) yang banyak digunakan di domestik khususnya," kata dia.
Sedangkan maskapai Citilink menyiapkan 34 dari 95 armada, di antaranya 31 unit Airbus A320 CEO/NEO dan tiga unit Airbus A370-2600.
"Di luar itu kita juga menyiapkan kesiapan seluruh kru. Ada cockpit kru, cabin kru, dan ada flight operation officer. Jadi, semua tim kita siap untuk mendukung trafik Lebaran ini," ujarnya.
Sementara itu Ade Susardi mengatakan, perseroan memprediksi puncak arus mudik akan jatuh pada 28 Maret 2025. Sedangkan arus balik pada 6 April 2025. Ia menyebut, saat ini sudah ada peningkatan pemesanan tiket, imbas pengumuman penurunan tiket harga pesawat sebesar 14% oleh pemerintah.
"Ada kenaikan memang sekitar 5% sekarang untuk periode-periode tertentu ini. Namun, biasanya itu tipikal penumpang di Indonesia, pengen belinya buat besok, itu last minute, selalu begitu," ungkapnya.

