Hutama Karya Butuh Investasi Rp 161 Triliun Buat Sambung Tol Lampung hingga Medan
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Budi Harto menyampaikan, pihaknya membutuhkan sekitar Rp 161 triliun untuk menyambungkan Lampung hingga Medan pada 2031 dengan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).
“Pengerjaan ruas backbone tersambung hingga Pekanbaru direncanakan selesai 2029 dan tersambung hingga Medan pada 2031,” kata Budi dalam rapat bersama Komisi VI DPR melalui pantauan YouTube TV Parlemen, Rabu (5/3/2025).
Namun, kata dia, untuk menghubungkan ruas backbone dari Lampung hingga Medan, diperlukan pembangunan ruas jalan tol Jambi - Rengat, ruas jalan tol Rengat - Pekanbaru, ruas tol Dumai - Rantau Prapat, dan ruas tol Rantau Prapat - Kisaran. "Total investasi diperkirakan sebesar Rp 161 triliun,” sambung dia.
Baca Juga
Hutama Karya Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Sumatera pada 28 - 29 Maret 2025
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama badan usaha jalan tol (BUJT) menyelesaikan pembangunan dua ruas Jalan Tol Trans-Sumatera, yakni ruas Tol Binjai – Langsa Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan di Kabupaten Langkat dan sebagian Seksi Kuala Tanjung – Indrapura pada ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi – Parapat di Kabupaten Batubara.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kedua ruas tol tersebut siap diresmikan guna mendukung kelancaran mudik Lebaran 2025. “Konstruksi ruas Tol Binjai – Langsa Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan telah selesai 100% sepanjang 19 km untuk menyambung Seksi Binjai – Stabat sepanjang 12,3 km yang terlebih dahulu dioperasikan sejak Februari 2022,” kata Dody beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, Seksi Stabat – Kwala Bingai sepanjang 7,55 km sejak September 2023 dan Kuala Bingai – Tanjung Pura sepanjang 19,025 km sejak Januari 2024 lalu. “Kemudian, Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan dikelola oleh BUJT PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi sebesar Rp 3,8 triliun,” tambah Menteri Dody.
Seperti diketahui, Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan telah diuji coba terlebih dahulu secara fungsional pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dan siap mendukung kelancaran mudik Lebaran tahun ini. “Tol Binjai – Langsa Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan telah mengantongi sertifikat laik operasi (SLO) yang terbit pada 31 Januari 2025,” ungkap Dody.
Adapun sebagian Seksi Kuala Tanjung – Indrapura pada Ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi – Parapat telah selesai sepanjang 10,15 km dengan nilai investasi Rp 1,09 triliun.
Baca Juga
Hutama Karya Terapkan Diskon Tarif 20% di Tol Trans-Sumatera
Menteri Dody menjelaskan, Seksi Kuala Tanjung – Indrapura merupakan bagian dari ruas Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi – Parapat yang menghubungkan Tebing Tinggi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung serta kawasan pariwisata Danau Toba untuk ruas Tebing Tinggi – Parapat. “Kami berharap kehadiran tol ini selain untuk mendukung pengembangan kawasan industri, juga meningkatkan konektivitas kawasan pariwisata Danau Toba,” imbuh dia.
Sebagai informasi, Tol Kuala Tanjung -Tebing Tinggi - Parapat memiliki total panjang 143,25 km yang dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) oleh BUJT PT Hutama Marga Waskita.
Pembangunannya terbagi menjadi enam seksi, yakni Seksi 1 Tebing Tinggi - Indrapura sepanjang 20,4 km sudah beroperasi, Seksi 2 Indrapura - Kuala Tanjung sepanjang 18,05 km beroperasi sebagian, dan Seksi 3 Tebing Tinggi - Serbelawan sepanjang 30 km beroperasi. Kemudian, Seksi 4 Serbelawan - Pematang Siantar sepanjang 28 km beroperasi sebagian serta Seksi 5 Pematang Siantar – Saribudolok, dan Seksi 6 Saribudolok – Parapat masih tahap perencanaan.

