Ini Alasan Meta AI Akan Jadi Aplikasi Terpisah seperti ChatGPT dan Gemini
CALIFORNIA, investortrust.id - Meta berencana meluncurkan aplikasi Meta AI secara terpisah dari platform mereka pada kuartal II-2025. Langkah ini merupakan upaya Bos Meta, Mark Zuckerberg, agar perusahaan dapat bersaing di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti OpenAI (ChatGPT) dan Gemini (Google).
Meta AI pertama kali dikenalkan pada September 2023 sebagai asisten digital dalam aplikasi Meta, seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Setahun kemudian, Meta AI digunakan untuk fitur pencarian di platform milik Meta.
Dikutip dari The Verge, Senin (3/3/2025), Meta AI diharapkan mampu meningkatkan interaksi pengguna, tanpa batasan platform yang ada. Dalam diskusi di Threads, Zuckerberg mendukung Meta AI menjadi aplikasi terpisah sehingga dapat diintegrasikan dengan perangkat lainnya, seperti kacamata pintar milik Meta.
Baca Juga
DeepSeek Kejutkan Dunia, Meta Yakin China Tak Akan Geser Dominasi AS di Pasar AI
Tak hanya itu, Meta berencana menguji layanan berlangganan, mirip dengan apa yang ditawarkan OpenAI dan Microsoft. Meski persaingan AI masih cukup terbuka, langkah ini sejalan dengan strategi Zuckerberg untuk memperkuat Meta dalam industri AI.
Beberapa karyawan yang terlibat dalam rencana ini mengaku merasakan tekanan untuk bekerja tujuh hari seminggu demi menjaga kecepatan dalam persaingan AI. Zuckerberg menekankan bahwa Meta sedang mengembangkan beberapa teknologi terpenting di dunia, termasuk AI, kacamata sebagai platform komputasi berikutnya, dan masa depan media sosial.
Hingga Januari 2025, Meta AI memiliki sekitar 700 juta pengguna aktif bulanan, meningkat dari 600 juta pada Desember 2024. Namun, sulit untuk membandingkan penggunaan Meta AI dengan ChatGPT dan pesaing lainnya karena Meta AI belum tersedia sebagai aplikasi individu.
Baca Juga
Meta akan Gelontorkan Dana Rp 1.020 Triliun di 2025 demi Kembangkan AI
ChatGPT masih menjadi aplikasi digital bertenaga AI paling populer berdasarkan jumlah unduhan, diikuti Google Gemini, Doubao milik ByteDance, dan Copilot dari Microsoft. Belum lagi ada tantangan baru dari kehadiran DeepSeek yang membuat dominasi industri AI AS mulai ketar-ketir.
Namun demikian, Meta berharap kehadiran aplikasi Meta AI nanti dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi pengguna dengan asisten digital mereka, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan AI global. (C-13)

