Kerap Terjadi Pencurian Minyak, SKK Migas-KKKS Gandeng Kepolisisan
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, salah satu tantangan yang kerap ditemui dalam mencapai target produksi minyak gas (migas) nasional adalah pencurian minyak, utamanya di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel).
Hal itu disampaikan dalam diskusi bersama SKK Migas-kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) 2025 di Palembang yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan Regional (PHR) zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream.
Baca Juga
Pemerintah Tegas Larang Ekspor Minyak Mentah, Aturan Sudah Ada
Kegiatan yang mengusung tema "Pengamanan Obvitnas Guna Peningkatan Produksi Menuju Swasembada Energi" ini membahas topik utama berupa aktivitas pencurian minyak.
“Salah satu gangguan keamanan yang rawan terjadi di wilayah Sumbagsel, antara lain pencurian minyak. Menurut kami, sinergi antara SKK Migas-KKKS juga para pemangku kepentingan sangat penting, karena ini merupakan bentuk usaha menekan angka gangguan keamanan demi meningkatkan produksi migas nasional, 1 juta BOPD,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel yang diwakili oleh Safei, dikutip Senin (3/3/2025).
Safei menyampaikan, upaya penanggulangan gangguan keamanan di zona 4, tidak hanya menjadi perhatian PHR dan SKK Migas, tetapi juga TNI, Polri, dan kejaksaan. Dalam kesempatan ini, aspek hukum terkait tindak pidana migas lainnya juga menjadi bahan diskusi.
“Kejaksaan negeri (kejari) juga memiliki peran dalam upaya pengamanan objek vital nasional (obvitnas), yaitu penegakan hukum secara yuridis dengan berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku,” jelas Kepala Kajari Kota Prabumulih Khristiya Lutfiasandhi.
Baca Juga
Harga Minyak Naik Lebih dari 2% Setelah Trump Cabut Lisensi Chevron di Venezuela
Pada kesempatan yang sama, Field Manager Adera Adam Syukron Nasution menyampaikan, apresiasi kepada tim keamanan TNI-Polri yang beberapa waktu lalu berhasil menangkap pelaku pencurian minyak di Kecamatan Abab, Kabupaten Pali.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antara PHR zona 4 dengan TNI Polri. PHR zona 4 menentang aksi pencurian minyak, karena tindakan ini menghalangi upaya untuk mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta BOPD, berbahaya bagi lingkungan, dan melanggar hukum,” ujar Adam.

