Petinggi XL Axiata (EXCL) Bantah Mundur karena Alasan Merger dengan Smartfren (FREN)
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah proses merger XL Axiata (EXCL) dengan PT Smartfren Tbk (FREN), Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir, menyatakan mundur dari posisinya. Ia menyebut terakhir berkerja di XL Axiata hingga Jumat (28/2/2025).
Marwan menyampaikan kabar tersebut kepada awak media pada konferensi pers persiapan XL Axiata Jelang Ramadan dan Lebaran 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025). Ia pun membantah bahwa pengunduran dirinya tidak terkait dengan hal tersebut.
Baca Juga
Merger Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Diperkirakan Rampung Akhir Maret
“Enggak (bukan karena merger), personal reason kok. Kalau personal reason itu by undang-undang privacy, enggak boleh saya sampaikan. Dilindungi saya,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan bahwa proses pengunduran dirinya sudah berlangsung selama beberapa pekan dan telah mendapatkan izin dari pihak manajemen.
Diketahui selain menjabat di XL Axiata, Marwan juga merupakan sekretaris jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Namun, ia belum mengetahui apakah masih bisa bertahan di posisi tersebut, mengingat aturan organisasi mengharuskan anggota aktif sebagai pengurus atau karyawan di level tertentu.
Sebelum Marwan, beberapa petinggi XL Axiata telah lebih dahulu mengundurkan diri. Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menjadi yang pertama mundur sebelum merger, dengan alasan pribadi. Disusul Abhijit Navakelar yang pamit pada Desember 2024.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 1,81 Triliun di 2024
Pada awal Januari 2025, dua direksi lainnya, Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa, juga mengambil langkah serupa. Sama seperti Dian, keduanya menyatakan alasan pribadi sebagai penyebab pengunduran diri mereka.
Di sisi lain, proses merger antara XL Axiata dan Smartfren masih terus berjalan. Pada Desember 2024, para pemegang saham kedua perusahaan menyepakati penggabungan anak usaha mereka, yang nantinya akan membentuk entitas baru bernama XLSmart. Kesepakatan ini terjadi setelah perjanjian definitif ditandatangani, dengan total nilai perusahaan pra-sinergi gabungan mencapai Rp 104 triliun atau US$6,5 miliar.
Saat ini, proses merger tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Kajian mengenai penggabungan ini masih berlangsung, dengan hasil akhir yang diperkirakan akan rampung akhir Maret hingga awal April 2025. (C-13)

