RI Mau Bikin Pembangkit Nuklir, Persiapannya Sudah di Tahap Ini
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, saat ini persiapan Indonesia dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) masih berada di fase 1.
“Kalau kita melihat pengembangan energi nuklir di Indonesia, itu saat ini kita masih berada dalam fase 1 dalam persiapan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berdasarkan pedoman dari International Atomic Energy Agency atau IAEA,” kata Eniya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (18/2/2025).
Eniya menyebut, berdasarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), PLTN ditargetkan untuk on grid pertama kalinya pada tahun 2032 mendatang dengan kapasitas sebesar 250 megawatt (MW).
Sementara itu, jika menilik pada agenda nuklir dalam 15 tahun ke depan, kapasitasnya ditargetkan untuk meningkat menjadi 7 gigawatt (GW) di tahun 2040. Diharapkan PLTN ini bisa menjadi sumber kelistrikan yang baru, mengingat pembangkit listrik berbasis fosil bakal ditinggalkan.
“Untuk persiapan pembangunan dan pengoperasian PLTN, saat ini kami memang menunggu Rancangan Undang-Undang Energi Baru Energi Terbarukan (RUU EBET), juga revisi Undang-Undang Ketenaganukliran,” terang Eniya.
Baca Juga
Lebih lanjut dia menjelaskan, Undang-Undang Ketenaganukliran ini lebih membedakan terkait dengan non-pembangkit tenaga nuklir. Sedangkan terkait dengan pembangkit tenaga nuklirnya sendiri sudah disebutkan di RUU EBET.
“Tentu saja di RPP KEN sudah disebut tentang kebijakan untuk penambahan nuklir, dan kita sedang membentuk NEPIO (Nuclear Energy Program Implementation Organization). Jadi seperti organisasi yang tanpa struktur, tetapi melakukan pengawasan untuk pembangunan termasuk pengoperasian PLTN,” ungkap dia.
Eniya menerangkan, NEPIO ini sebetulnya tidak wajib dibuat oleh suatu negara. Sebab, itu tidak termasuk yang dipersyaratkan di dalam IAEA. Meski begitu, berdasarkan hasil rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pemerintah berencana untuk membentuk NEPIO.
“Negara kita dalam pembahasan beberapa kali rapat dengan Pak Wamen dan Pak Menteri, mengarahkan bahwa NEPIO ini sekedar organisasi yang menugaskan dari Presiden ke Menteri ESDM, seperti halnya Satgas Hilirisasi, untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir,” ucap Eniya.
Baca Juga
Targetkan Mulai Garap PLTN Tahun Depan, PLN Minta Bantuan Pemerintah dan DPR

