Pengembang Perumahan Bakal Surati Prabowo soal Danantara, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menyoroti peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada 24 Februari 2025 yang memiliki asset under management (AUM) senilai US$ 900 miliar atau Rp 14.589 triliun (asumsi kurs Rp 16.210 per dolar).
Dia menyatakan, REI bersama pengembang lainnya akan melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mempertanyakan apakah AUM dari Danantara bisa disuntik ke industri properti atau real estate.
Baca Juga
Anggaran PU Tersisa di Rp 50,48 Triliun, Pakar Sarankan Danantara Suntik Proyek Infrastruktur
“Itu yang akan kita tagih, tetapi cara menanganinya harus rasional dan proporsional. Lah, sekarang saja skema (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan/FLPP 50:50)-nya belum ada, blueprint (program 3 juta rumah)-nya belum ada. Kita, insyaallah, minggu ini akan bersurat kepada Presiden Prabowo,” kata Joko saat konferensi pers lima asosiasi pengembang perumahan di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Seperti diketahui, pagu anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hanya tersisa sekitar Rp 3,46 triliun sesuai surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor S-75/MK.02/2025 tanggal 13 Februari 2025 perihal Tindaklanjut Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan APBN 2025.
Joko bersama para pengembang lain telah mengajukan skema dana pendamping untuk mendukung program 3 juta rumah. Namun, lanjutnya, dana sejumlah Rp 3.400 triliun itu malah dimasukkan ke dana kelolaan BPI Danantara.
“Ternyata usulan dana pendamping itu ditarik oleh Presiden menjadi bagian dari (dana kelolaan) Danantara tadi. Ada Rp 3.400 triliun (dana pendamping) sebenarnya, tetapi itu sudah menjadi bagian dari Danantara. Nah, kami berpikir untuk mendorong agar replacement, bukan pinjaman, tetapi replacement, dari luar negeri. Kita berharap itu ditransaksikan sehingga faktor likuiditas ini bisa terselesaikan,” lugas dia.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Danantara Diluncurkan 24 Februari 2025, Bakal Kelola US$ 900 Miliar
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, peluncuran BPI Danantara akan digelar pada 24 Februari 2025 mendatang. Adapun Danantara akan fokus pada sektor-sektor strategis, seperti energi baru dan terbarukan (EBT), manufaktur canggih, dan industri hilir, demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.
Prabowo menyampaikan, investasi awal Danantara akan dikucurkan sekitar US$ 20 miliar untuk mengerjakan 15-20 proyek strategis ke depannya.

