Zoho: Indonesia Berpeluang Nikmati Pertumbuhan di Bisnis Solusi ‘Software as a Service’
JAKARTA, Investortrust.id - Zoho Corporation, perusahaan teknologi global berbasis di India melihat potensi besar dalam pertumbuhan solusi SaaS (Software as a Service) di lanskap bisnis Indonesia. Zoho Corp pun menyiapkan rencana membangun data center di kawasan Asia Tenggara untuk mendukung penguatan bisnisnya di Asia tenggara termasuk Indonesia yang memiliki potensi pertumbuhan.
Disampaikan Gibu Mathew, Vice President & GM APAC Zoho Corp, sejauh ini data center Zoho telah dibangun di sejumlah wilayah seperti Kanada dan Amerika Serikat, Jepang dan Australia. “Memandang potensi pertumbuhan bisnis solusi SaaS di kawasan Asia Tenggara, kami bisa saja membangun data center di salah satu negara di Asia Tenggara untuk mendukung pengembangan layanan Zoho,” kata Gibu Mathew saat media gathering di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Langkah pengembangan bisnis Zoho di Indonesia, dalam setahun terakhir, Zoho telah berinvestasi dalam pelatihan dan peningkatan fitur untuk perangkat lunak bisnisnya. Salah satunya program Young Creator oleh Zoho Creator pada Agustus 2024, yang diadakan kembali di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya.
“Untuk pertama kalinya secara global, pelatihan Zoho Creator diberikan kepada 40 dosen di institut tersebut untuk modul Low-Code/No-Code (LCNC), yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran,” kata Gibu.
Dalam kesempatan yang sama, Gibu juga menyampaikan solusi bisnis Zoho berkembang pesat di Indonesia, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan melebihi 30%. Sayangnya Gibu tidak merinci seberapa besar hasil pertumbuhan bisnis yang dialami Zoho di Indonesia.
Baca Juga
TikTok Invests $3.8 billion in Thailand Data Center—Is Indonesia Next?
Sejauh ini Zoho telah eksis di Indonesia lewat sejumlah produk dan layanan seperti Zoho CRM yang akan mendorong interaksi pelanggan dengan wawasan berbasis AI, analisis prediktif terhadap peluang bisnis, dan pembuatan konten otomatis.
Zoho juga telah memberikan layanan Zoho One, sebuah rangkaian komprehensif dengan lebih dari 40 aplikasi untuk menyatukan operasional bisnis, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan alur kerja. Layanan lainnya yang cukup populer di Indonesia adalah Zoho Workplace, sebuah platform alat kolaborasi dan komunikasi berbasis AI yang menyempurnakan penulisan, mengoptimalkan konten, dan memberikan wawasan cerdas terkait dokumen.
Disampaikan Gibu, meningkatnya adopsi Zoho sebagai solusi platform, akan mampu mendukung strategi nasional AI Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kontribusi AI terhadap perekonomian, yang diperkirakan mencapai US$ 366 miliar terhadap PDB pada tahun 2030, atau sekitar 12% dari total PDB nasional.
“Dengan meningkatnya pengeluaran publik dan swasta di sektor teknologi informasi, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan PDB yang lebih tinggi. Zoho mendukung visi ini dengan menyediakan alat berbasis AI yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis,” ujar Gibu.

