Kendaraan Listrik China Banjiri Pasar Indonesia, Ternyata Gara-gara Ini
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho menyebut, penyebab utama kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China yang membanjiri pasar di Tanah Air karena tarif rendah yang diberlakukan Indonesia.
Toto tidak memungkiri bahwa dalam setahun terakhir, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan kendaraan listrik. Terlebih, setelah Juni 2024, berbagai merek kendaraan listrik masuk ke Indonesia dengan harga sangat kompetitif.
Baca Juga
DPR Dukung Pembentukan Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik
”Contohnya kalau dari China itu tarifnya ke Amerika hampir 40% untuk baterainya. Namun, kalau dari Indonesia kemungkinan hanya 10%,” kata Toto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Dia menilai, rendahnya pengenaan tarif tersebut, membuat banyak perusahaan China melirik Indonesia sebagai basis pengembangan baterai EV dan baterai energy storage system. ”Sekarang China sangat agresif untuk masuk ke Indonesia untuk menjadikan kita basis, memberikan solusi baterai EV atau baterai energy storage ke Amerika,” ungkap dia.
Menurut Toto, kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia yang memiliki komoditas atau bahan baku penting dalam industri baterai. Tercatat, 40%-50% bahan baku baterai kendaraan listrik dunia berasal dari Indonesia.
Baca Juga
Diketahui, Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang sangat signifikan, seperti nikel, tembaga, kobalt, dan bauksit yang sangat penting dalam produksi baterai EV.
”Indonesia ini sangat berpotensi menjadi production hub untuk baterai. Kenapa? Kita bukan saja ada nikel, tetapi juga ada copper, cobalt, dan mangan, dan satu lagi dari segi aluminium,” ujar Toto.

