Dianggap Telat Luncurkan Mobil Listrik di Indonesia, Begini Respons Honda
JAKARTA, investortrust.id - PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja meluncurkan mobil listrik pertama mereka di Indonesia, lewat mobil Honda e:N1. Banyak pihak menilai Honda terlihat telat merambah pasar mobil listrik di Tanah Air.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, membantah anggapan tersebut. Menurutnya Honda justru tidak mau terlalu terburu-buru merambah pasar EV karena fokus kepada inovasi dan ekosistemnya.
"Mungkin banyak bertanya kenapa baru sekarang? Apakah tidak terlambat? Jawabannya tidak. Banyak yang beranggapan inovasi hanya soal cepat-cepatan saja, tapi Honda punya perspektif berbeda," kata Yusak kepada awak media di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Yusak menyebut jika inovasi tidak hanya soal membangun teknologi atau mengikuti tren semata, tapi lebih membangun kepercayaan dan pengalaman di industri. Ia juga menyebut jika Honda sudah mengembangkan teknologi ramah lingkungan sejak 50 tahun lalu.
"Jadi bukan 5 atau 10 tahun saja, kami sudah lebih 50 tahun, loh. Bukan mengikuti tren saja, tapi perjalanan inovasi dan komitmen untuk mobilitas jangka panjang ke depan," tegasnya.
Baca Juga
Mobil Listrik Honda e:N1 Dijual Lewat Program Sewa Rp 22 Juta per Bulan
"Jadi elektrifikasi dikembangkan secara bertahap, dan Honda memastikan transisi ke mobil listrik akan harus berlangsung cukup matang." harapnya.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Gaikindo pada Januari 2025, total penjualan mobil di Indonesia mencapai sekitar 200.000 unit. Dari angka tersebut, HPM mencatat penjualan sebanyak 8.757 unit.
Hal ini menempatkan market share HPM pada kisaran 15–20% dari total penjualan mobil nasional. Data penjualan ini menjadi indikator positif dalam menjaga dan bahkan meningkatkan posisi Honda sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif Indonesia. (C-13)

