Ini Strategi Bahlil Capai Lifting Minyak 1 Juta BOPD pada 2029 Sesuai Perintah Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak nasional mencapai 1 juta barrel oil per day (BOPD) pada 2029. Untuk itu, Bahlil telah menyusun strategi agar target bisa terwujud.
Bahlil menjelaskan, peningkatan lifting minyak bumi bertujuan mencapai kedaulatan energi. Ada tiga upaya pemerintah untuk meningkatkan lifting, yakni optimalisasi produksi minyak bumi dengan teknologi, reaktivasi sumur-sumur idle, dan eksplorasi potensi minyak bumi Indonesia. "Ini tantangan, ini kerja keras. Namun, pertanyaannya adalah apakah bisa ini dilakukan?” kata Bahlil dalam acara "Mandiri Investment Forum", Selasa (11/2/2025).
Baca Juga
Disampaikan Bahlil, berdasarkan kunjungan yang dilakukannya ke wilayah kerja (WK) Rokan beberapa waktu lalu, didapati bahwa di dalam bumi Indonesia masih terdapat banyak minyak. Namun, membutuhkan intervensi teknologi untuk mengangkatnya.
“Ternyata, minyak kita ini masih banyak, khususnya di Rokan. Kemarin saya baru pulang dari Rokan, tetapi minyaknya di bawah. Bagaimana caranya untuk menaikkan? Nah kita melakukan intervensi dengan teknologi. Salah satu teknologi yang kita dorong adalah enhanced oil recovery (EOR)," ujar dia.
Selain itu, Bahlil mendorong penggunaan teknik pengeboran horizontal, yang mulai diterapkan di beberapa wilayah kerja migas di Indonesia. Strategi ini mengadaptasi teknik pengeboran Amerika Serikat (AS) yang mampu meningkatkan produksi minyak buminya dari 3,5 juta BOPD menjadi 13 juta BOPD.
Baca Juga
Bahlil Targetkan Lifting Minyak Capai 1 Juta Barel per Hari pada 2029
Bahlil juga meminta agar sumur yang sudah selesai masa eksplorasi, dapat ditingkatkan menjadi sumur produksi. Kementerian ESDM akan meninjau kembali sumur-sumur yang belum meningkatkan statusnya menjadi sumur produksi. Selain itu, melakukan lelang 60 WK migas baru pada periode 2026-2027 mendatang.
"Ini kita akan dorong cepat, makanya saya sudah perintahkan pada kepala SKK Migas, kepada pemegang konsesi siapa pun, baik itu BUMN, Pertamina, maupun siapa pun yang megang, sudah dikasih, sudah selesai eksplorasi, tetapi tidak mau ditingkatkan ke produksi agar ditinjau," tegas Bahlil.

