Ketum Kadin Anindya Dukung Program 3 Juta Rumah karena Libatkan Pengusaha di Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mendukung program 3 juta rumah yang diusung pemerintah karena bnisa melibatkan pengusaha di daerah.
Menurut Anindya, untuk mewujudkan program tersebut, dibutuhkan kerja sama banyak pihak. Untuk itu, Kadin dengan senang hati mendukung program yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto ini.
Baca Juga
Anggaran Kementerian PKP Terpangkas, Kadin Siap Genjot Program 3 Juta Rumah
“Kemarin tanda tangan antara BUMN dan Kementerian Pak Menteri Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara), saya rasa bagus sekali karena untuk bisa mencapai 2 juta rumah di desa, 1 juta di kota itu butuh kerja sama dan gotong royong,” ujar Anindya Bakrie saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Anindya mengapresiasi karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan program 3 juta rumah, di antaranya menghilangkan pajak pertambahan nilai (PPN) serta mempercepat izin mendirikan bangunan (IMB).
“Nah ini penting buat Kadin berpartisipasi, karena teman-teman di daerah tentu ingin menjadi bagian ini, mereka juga pengusaha. Kita ketahui bahwa setiap rumah tipe 36 kan ada 7.500 bata misalnya, ada 150-an vendor yang bisa berpartisipasi,” kata dia.
Bukan hanya pengusaha-pengusaha lokal, Anindya membeberkan bahwa beberapa negara, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) tertarik membantu dari sisi pendanaan.
Baca Juga
Menteri Ara Bakal Bahas 120 Ha Lahan Perumahan MBR di Penajam Eco City, Cek!
“Dari China dan India kemarin juga sangat tertarik dari sisi konstruksinya. Jadi sekarang tinggal bagaimana pemerintah bersama dunia usaha, Kadin, bisa membantu merealisasikannya,” ucap Anindya Bakrie.
Kementerian BUMN bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menyiapkan lahan seluas 792 hektare (ha) di wilayah Jabodetabek untuk pembangunan sebanyak 123.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar Sirait mengatakan, ratusan ribu unit rumah MBR tersebut berada di lima titik yang akan dikembangkan Perumnas bersama dengan pihak swasta. “Kami sudah melihat ada lima lokasi strategis yang dimiliki BUMN di Jakarta dan sekitarnya. Lokasinya bagus-bagus, besar-besar, dan idle. Nanti akan disurvei para pengusaha, mana yang bisa buat komersial, rumah subsidi, ke atas (high-rise building), dan rumah landed (tapak),” ucap Ara.
Sementara itu, Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro mengungkapkan, lahan seluas 792 hektare tersebut akan dikembangkan di Pulogebang Jakarta Timur hingga Kecamatan Jonggol di Kabupaten Bogor.
Baca Juga
Menteri Ara Ungkap PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 'Groundbreaking' Rumah MBR Maret 2025
“Pertama yang akan dikembangkan ada di Blok K Pulogebang. Kemudian, Stasiun Cicayur dan Jurangmangu. Kemudian, revitalisasi Rusun Klender, dan satu lagi untuk rumah tapak di daerah Jonggol,” paparnya.
Pengembangan perumahan MBR di Stasiun Cicayur dan Jurangmangu akan menggunakan konsep kawasan intermoda alias transit-oriented development (TOD).
“Sebagian besar dari lahan seluas 729 hektare itu milik Perumnas dan ada beberapa lokasi yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Milik KAI ini, semuanya ada di stasiun yang akan dikembangkan menjadi konsep transit-oriented development,” jelas Budi Saddewa.

