Bidik Revitalisasi JICT-2 Rampung 2026, Pelindo Ingin Kapasitas Tampung 500.000 TEUs
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menargetkan, revitalisasi eks terminal 2 Jakarta International Container Terminal (JICT-2) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara selesai pada 2026 mendatang.
“Target operasinya 2027. Insyaallah 2026 selesai (revitalisasi)-nya,” ungkap Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri saat ditemui di Hotel Sunlake Sunter, Jakarta Utara, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga
Siasat Pelindo Tekan Biaya Logistik, Integrasi Kawasan Industri-Pelabuhan
Ia menambahkan, fasilitas terminal tersebut diperkirakan dapat menampung kargo peti kemas hingga 500.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) atau setara dengan 4- 6 juta ton barang.
“Mudah-mudahan kita bisa menampung 500.000 TEUs, dengan dermaga kurang lebih hampir 500 meter, kita akan melakukan peninggian dermaga 1,2 meter, sehingga ini juga menjadi peluang buat bapak ibu semua,” ujar Adi.
Sebelumnya, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendesak Pelindo segera merealisasikan revitalisasi fasilitas eks terminal 2 Jakarta International Container Terminal (JICT-2) di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk optimalisasi layanan peti kemas domestik, menambah kapasitas terpasang, dan kelancaran arus barang dan logistik.
Ketua DPW ALFI Jakarta Adil Karim mengungkapkan, fasilitas eks JICT-2 yang sudah terbengkalai atau idle selama lebih 6 tahun itu idealnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bongkar muat peti kemas domestik yang pertumbuhannya cukup signifikan setiap tahun.
Baca Juga
Pelindo Layani 1,9 Juta Penumpang dan 130 Ribu Kendaraan di Libur Nataru
“Optimalisasi fasilitas eks JICT-2 itu sekaligus dalam rangka menyiapkan terminal khusus domestik yang lebih representatif di Pelabuhan Tanjung Priok, dengan pengelolaan profesional (dedicated),” kata Adil Karim beberapa waktu silam.
Adil mengatakan, sangat memungkinkan jika fasilitas eks JICT-2 itu dioptimalkan guna melayani kegiatan pengapalan dan bongkar muat kontainer domestik/antar pulau yang saat ini belum mendapat perhatian serius dari operator pelabuhan.

