ProSTEM Bangun Lab Produksi Sel Punca Senilai Rp100 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Kesehatan telah meresmikan Advanced Cell Therapy Production Laboratory (ACT-PLab) milik PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM).
ACT-PLab ini menghabiskan dana sebesar Rp100 miliar dengan luas lahan 2.100 meter persegi.
Direktur ProSTEM, Dr. Cynthia R. Sartika berharap dengan berdirinya ACT-PLab ini akan memberikan kontribusi dalam reformasi kesehatan terutama di bidang teknologi pengobatan regeneratif.
Baca Juga
Prodia (PRDA) Cetak Kenaikan Penjualan, Tapi Laba Terpangkas
“Investasi ini lebih dari Rp100 miliar, mulai dari pembangunan tahap pertama sampai dengan tahap kedua nantinya, jadi besar sekali ya,” ungkap Cynthia di konferensi pers ProSTEM, ACT-PLab Jakarta, Senin (11/12/2023).
Cynthia menyampaikan, investasi ACT-PLab sepenuhnya “disuntik” oleh PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). “Ya, investasi Rp100 miliar ini murni dari PT Prodia utama,” terangnya.
Dia menambahkan Lab produksi ini dapat memenuhi permintaan sel dan turunannya dengan kapasitas 1000 kali lebih besar dari fasilitas sebelumnya. “Jadi, ACT-PLab ini luasnya 1.000 meter persegi per lantai, lebih besar daripada fasilitas kita sebelumnya di Laboratorium Klinik Prodia Kramat,” tambah Cynthia.
Cynthia menjelaskan, terapi sel punca saat ini masih dalam tahap penelitian berbasis pelayanan dan uji klinis. Dia menyampaikan, beberapa hasil yang telah dicapai ProSTEM dalam penelitian seperti uji klinis pada penyakit Retinitis pigmentosa dan Cerebral palsy.
“Dari uji klinik yang sudah dilakukan selesai, yakni Retinitis pigmentosa, yang mana pasien tersebut tidak mengalami efek simpang. Adapun 40 pasien yang terdiagnosa Cerebral palsy, juga tidak mengalami efek simpang dan menunjukkan keadaan lebih baik meskipun baru diberikan 1 injeksi (terapi sel punca),” jelas Cynthia. (CR-3)

