Ekosistem Kendaraan Listrik Baru Mulai Bisa Terbentuk di Tahun 2030-2035
JAKARTA, Investortrust.id – Mobil listrik hybrid diyakini berpotensi besar menjadi solusi di pasar Indonesia sebagai transisi yang market friendly menuju era mobil listrik. Namun begitu, ekosistem kendaraan listrik ini baru mulai bisa terbentuk di tahun 2030-2035.
Hal ini disampaikan Peneliti mobil listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu dalam acara seminar bertajuk "Potensi Besar dan Kebutuhan Insentif Mobil Hybrida" yang diselenggarakan Investortrust.id, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta (29/11/2023).
“Terus terang, ekosistem kendaraan listrik kita ini baru mulai bisa terbentuk di tahun 2030-2035, perlu waktu untuk membangun ratusan ribu infrastruktur charging, kemudian investasi juga nggak gampang, karena ini harus besar,” ujarnya.
Baca Juga
Diprediksi Tumbuh 30%, Mobil Hybrid Persiapkan Ekosistem EV Kokoh
Lebih lanjut, Yannes membeberkan, Indonesia memiliki industri otomotif yang kuat dan didukung oleh ketersediaan bahan baku yang memadai.
“Kalau kita lihat, Indonesia memiliki industri otomotif yang kuat, dan didukung oleh kesediaan bahan baku yang luar biasa,” terangnya.
Oleh karena itu, menurut Yannes pemerintah Indonesia perlu segera memberikan insentif untuk meningkatkan pembelian mobil Hybrid di dalam negeri.
Baca Juga
Butuh Insentif Tambahan Agar Mobil Hybrid Bisa Dijual Lebih Murah
Adapun pemberian insentif ini akan memberikan level playing field dan iklim bisnis yang baik bagi semua pelaku industri terkait green ecosystem, serta meningkatkan prospek pengembangan mobil hybrid di Indonesia.
Dengan menggenjot insentif dan iklim bisnis yang baik bagi mobil listrik hybrid di Indonesia, maka utilisasi industri mobil di Tanah Air dapat meningkat, serta Indonesia dapat menjadi produsen terbesar mobil hybrid di Asean.
Selain itu, Yannes menyebut Indonesia juga memiliki tren pertumbuhan ekonomi pasar yang besar dan berkembang pesat.
“Kita salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya paling cepat pasca pandemi Covid-19 kemarin, dan ini luar biasa ya untuk level dunia,” tandasnya. (CR-2)

