CEO Investortrust Sebut Ekosistem Kripto Sudah Terbentuk dan Diterima Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu menegaskan bahwa ekosistem aset kripto sudah terbentuk dan sudah diterima masyarakat luas.
“Ekosistem dari kripto sudah terbentuk dan kemudian jangan khawatir dengan perlindungan investor, karena sudah ada Self-Regulatory Organizations/SRO (terdiri dari Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia,” ujar Primus dalam acara Investortrust Focus Group Discussion "Crypto & Financial Services: Strategies for Sustainable Innovation" di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Selain itu, dia juga menekankan bahwa aset kripto saat ini telah diterima oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dari jumlah pelanggan dan transaksi aset kripto yang terus meningkat.
Berdasarkan data OJK total nilai transaksi kripto mencapai Rp 650,61 triliun atau meningkat 335,91% sepanjang 2024 dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 149,25 triliun. Pertumbuhan ini seiring dengan jumlah pelanggan mencapai 22,91 juta per Desember 2024 atau naik dari 22,11 juta pada November 2024.
“Saya cuma menyampaikan bahwa kripto sudah diterima oleh masyarakat Indonesia, ssudah menjadi aset keuangan digital dan juga legal, dan pengawas sekarang adalah OJK,” terang dia.
Sebagaimana diketahui, pada 10 Januari 2025 lalu Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengalihkan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto serta derivatif keuangan kepada OJK dan Bank Indonesia (BI).
“Sebelumnya menjadi aset komoditas, sekarang menjadi aset keuangan digital, dan kripto masuk ke OJK di bawah pengawasan, dan menjadi aset investasi. Disitulah kripto ikut mendorong pertumbuhan ekonomi, karena ada tokenisasi, dan kemudian para manajer investasi dan kreatifitasnya akan membuat ETF dan itu bisa dibeli oleh masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Suasana Investortrust Focus Group Discussion "Crypto & Financial Services: Strategies for Sustainable Innovation" di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (13/2/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.

