Bagikan

Posisi Indonesia sebagai Produsen Kakao Turun Jadi Peringkat 4 Dunia, Ini Pemicunya 

JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, posisi Indonesia sebagai produsen kakao menurun dari peringkat 4 menjadi ke-7 dunia. Hal ini disebabkan pertumbuhan industri yang tak sejalan dengan ketersediaan biji kakao.

"Pertumbuhan industri tidak sejalan dengan ketersediaan biji kakao yang terus menurun sehingga menjadikan posisi Indonesia dari produsen ke-4 dunia menjadi peringkat ke-7," ucap Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pada acara "Lokakarya Nasional TRACTIONS" di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Baca Juga

Produksi Dunia Seret, HPE Kakao Terkerek 37,38%

Putu mengungkapkan, minimnya biji kakao membuat industri pengolahan kakao ikut terdampak. Saat ini, jumlahnya menurun dari 20 menjadi 11 industri pengolahan kakao yang masih eksisting.

"Kemampuan daya saing industri pengolahan kakao dalam negeri menjadikan Indonesia sebagai eksportir produk kakao olahan terbesar ke-4 di dunia dengan pangsa pasar utama, antara lain India, Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, dan Malaysia," terangnya.

Baca Juga

Ekspor Kakao Asal Indonesia Moncer, Terkerek Harga Pasar Global

Berdasarkan catatan Kemenperin, pada 2023, nilai ekspor produk kakao olahan Indonesia mencapai lebih US$ 1,2 miliar dan berkontribusi pada market share global sebesar 3,92%.

"Kebijakan hilirisasi dan kemampuan manufaktur industri berhasil menarik investasi dengan tumbuhnya 20 produsen industri pengolahan kakao nasional pada 2010 yang memproduksi cocoa butter, cocoa liquor, cocoa powder, dan cocoa cake," papar Putu.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024