Insentif Mobil Listrik Tinggal 3 Bulan, Hyundai Geber Penjualan IONIQ 5
JAKARTA, Investortrust.id - Momentum subsidi insentif pemerintah untuk pembelian mobil listrik berupa diskon PPN akan berakhir pada Desember 2023, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kini fokus menggenjot penjualan kendaraan listrik andalannya IONIQ 5.
“Saat ini memang konsentrasi kami ke IONIQ 5 untuk mendukung program pemerintah dengan allowance PPN itu, yang 11 persen,” kata Head of Marketing Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Astrid Ariani Wijana, di Bali, Kamis (5/10/2023) dikutip Antara.
Baca Juga
Emiten Haji Romo dan Happy Hapsoro (PTRO) Gandeng Hyundai, MoU Sudah Diteken!
Sejak April 2023, pemerintah resmi memberikan subsidi insentif untuk pembelian mobil listrik berupa diskon PPN.
Melansir Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).
Insentif PPN ini berlaku untuk Tahun Anggaran 2023 mulai pajak April 2023 sampai dengan masa pajak Desember 2023. Sehingga konsumen pembeli mobil listrik hanya perlu membayar PPN 1%, sementara 10% ditanggung pemerintah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat atas kendaraan listrik.
Baca Juga
“Jadi memang itu konsentrasi utama Hyundai saat ini, bagaimana supaya bisa memaksimalkan program pemerintah ini yang tinggal tiga bulan, jadi jualan sebanyak-banyaknya IONIQ 5, untuk customer juga menguntungkan, jangan menunggu mumpung tinggal tiga bulan lagi untuk mendapat potongan yang lumayan, yakni 10 persen,” ujar Astrid.
Lebih lanjut, Astrid mengungkap penjualan IONIQ 5 yang cukup signifikan. Selain Stargazer dan Creta yang menjadi tulang punggung perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu, IONIQ 5 juga memimpin pasar kendaraan di atas Rp700 juta.
“Dari segi harga Rp700 juta ke atas saat ini IONIQ 5 memimpin penjualan 31%, dan ini bukan hanya (bersaing antara) mobil listrik aja, tapi untuk semua kategori mobil yang harganya di atas 700 juta,” jelasnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan whole sales (distribusi dari pabrik ke dealer) mobil listrik periode Januari-Juni 2023, mencapai 5.849 unit, dan IONIQ 5 adalah yang terlaris, mengalahkan Wuling Air ev.
Sepanjang Januari sampai dengan Juni 2023, penjualan Hyundai IONIQ 5 sebanyak 3.543 unit, belum lagi ditambah pembaruan IONIQ 5 versi Bluelink yang baru dikeluarkan September ini.
Harga IONIQ 5 saat ini harganya lebih murah, sebab, Hyundai IONIQ 5 sudah diproduksi secara lokal dan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, sebagai syarat untuk mendapatkan insentif berupa diskon PPN.

