Komdigi Identifikasi 1.923 Konten Hoaks 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhasil mengidentifikasi dan mengklarifikasi 1.923 konten hoaks, berita bohong, dan informasi palsu sepanjang tahun 2024. Data ini diperoleh melalui penelusuran menggunakan Mesin Automatic Identification System (AIS) yang dioperasikan oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika.
Dikutip dari situs Komdigi, Kamis (9/1/12025), hasil penelusuran menunjukkan jumlah temuan hoaks bervariasi setiap bulannya. Bulan Oktober menjadi puncak tertinggi dengan 215 konten hoaks, sementara Februari mencatat jumlah paling sedikit yaitu 131 konten.
Berikut rincian temuan hoaks sepanjang tahun 2024:
• Januari: 143 konten
• Februari: 131 konten
• Maret: 162 konten
• April: 143 konten
• Mei: 164 konten
• Juni: 153 konten
• Juli: 170 konten
• Agustus: 162 konten
• September: 173 konten
• Oktober: 215 konten
• November: 166 konten
• Desember: 141 konten
Baca Juga
Komdigi dan BPOM Hapus 35.000 Lebih Konten Ilegal di Ruang Digital
Dari total temuan, kategori penipuan mendominasi dengan 890 konten, yang menunjukkan bahwa masyarakat masih menjadi target utama penyebaran informasi palsu untuk keuntungan finansial. Sebaliknya, kategori mitos menjadi yang paling sedikit ditemukan, hanya sebanyak 6 konten.
Rincian temuan berdasarkan kategori lainnya adalah sebagai berikut:
• Politik: 237 konten
• Pemerintahan: 214 konten
• Kesehatan: 163 konten
• Kebencanaan: 145 konten
• Internasional dan pencemaran nama baik: masing-masing 50 konten
• Perdagangan: 35 konten
• Kejahatan: 33 konten
• Keagamaan dan pendidikan: masing-masing 8 konten
• Mitos: 6 konten
Ciptakan Ekosistem Digital Lebih Aman
Tim AIS bertugas mengidentifikasi, memverifikasi, dan memvalidasi konten-konten negatif yang beredar di dunia maya Indonesia. Fokus mereka mencakup berbagai jenis konten seperti hoaks, radikalisme, pornografi, perjudian, hingga konten terorisme.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya langkah untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. “Hoaks bukan hanya merusak kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi memecah persatuan bangsa. Oleh karena itu, pengawasan digital harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai benteng utama melawan hoaks. Selain mengidentifikasi dan klarifikasi, Komdigi terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk platform media sosial, untuk menekan penyebaran hoaks secara efektif. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.
“Kita tidak hanya menangkap hoaks, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan menyaring informasi agar mereka tidak mudah terjebak,” ujar Meutya. (C13)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pentingnya langkah untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. “Hoaks bukan hanya merusak kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi memecah persatuan bangsa. Oleh karena itu, pengawasan digital harus terus diperkuat,” ujarnya.
Baca Juga
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai benteng utama melawan hoaks. Selain mengidentifikasi dan klarifikasi, Komdigi terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk platform media sosial, untuk menekan penyebaran hoaks secara efektif. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia.
“Kita tidak hanya menangkap hoaks, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan menyaring informasi agar mereka tidak mudah terjebak,” ujar Meutya. (C13)

