Bakti Kemenkomdigi Lanjutkan Studi Satria-2
MALANG, investortrust.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melanjutkan studi pembangunan infrastruktur digital Satelit Republik Indonesia-2 (Satria-2).
“Secara teknis, kami masih updating feasibility-nya, sudah masuk greenbook,” kata Direktur Utama Bakti Kemenkomdigi, Fadhilah Mathar dalam kunjungan kerja dengan Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Meutya Hafid di MTS Ibnu Sina, Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga
Operator BTS Terbang Diam-Diam Dekati Bakti Kemenkominfo, Siapa Saja?
Sebelumnya, pada Oktober 2024, Bakti memastikan pembangunan Satria-2 tetap berlanjut dan dirancang sebagai twin satellite atau geostasioner kembar.
Kepala Divisi Satelit dan Akses Internet Bakti Kemenkomdigi, Harris Sangidun baru-baru ini mengungkapkan, kedua satelit itu bakal dinamai Satria-2A dan Satria-2B. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas layanan internet di Indonesia menjadi lebih stabil dan cepat.
“Selain itu, pembangunan Satria-2 dan Palapa Ring Integrasi ditujukan untuk menciptakan konektivitas digital yang merata di Indonesia,” ujar Harris.
Menurut Fadhilah Mathar, Satria-2 juga akan diteruskan untuk masuk ke dalam greenbook Bappenas karena sudah menjadi kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Infrastruktur digital tidak semuanya bisa diselesaikan dengan pendekatan teresterial. Jadi, wilayah yang tidak ter-cover solusi teresterial kami atasi dengan pendekatan satelit," tutur dia, seperti dikutip Antara.
Baca Juga
Kecuali Satria-2, kata Fadhilah, program yang diusung Bakti pada 2025 akan fokus pada peningkatan kapasitas. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin baik.
“Pada 2025 kami akan fokus ke yang existing untuk meningkatkan kapasitas, sehingga pelayanan yang diterima masyarakat kian baik,” tegas dia.

