Vietnam Bakal Bangun 100 Ribu SPKLU di Indonesia, Investasinya Capai Rp 19,38 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan otomotif asal Vietnam, VinFast melalui anak perusahaannya V-Green telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Prime Group untuk membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sebanyak 100.000 unit di Indonesia dengan nilai investasi sebesar US$ 1,2 miliar atau Rp 19,38 triliun (asumsi kurs Rp 16.150/USD)
“Melalui kerja sama dengan Prime Group, perusahaan multi-industri dari Uni Emirat Arab (UEA), V-GREEN akan mengembangkan sekitar 100.000 stasiun pengisian daya VinFast secara nasional dalam waktu tiga tahun, dengan potensi investasi hingga US$ 1,2 miliar. Fase awal inisiatif ini akan menargetkan kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, dengan rencana ekspansi ke wilayah-wilayah lain di Indonesia,” tulis manajemen V-Green dalam keterangan pers yang diterima investortrust.id, dikutip Senin (23/12/2024).
“Kegiatan konstruksi dan pengembangan dijadwalkan akan dimulai pada Januari 2025, dengan target sejumlah stasiun akan beroperasi di akhir tahun yang sama,” sambungnya.
Baca Juga
Ekosistem EV Makin Tumbuh, Kini Ada 1.810 SPKLU di Seluruh Indonesia
Sebagai informasi, V-Green merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan infrastruktur hijau, yaitu pengisian daya kendaraan listrik. Di mana, saat ini sebanyak 150.000 SPKLU telah beroperasi di 63 Provinsi negara Vietnam.
Sebelumnya, Xanh SM atau Green and Smart Mobility (GSM) yang merupakan anak perusahaan VinFast juga telah meluncurkan 1.000 armada taksi listrik sejak pekan lalu, tepatnya Rabu (18/12/2024).
Global CEO Green and Smart Mobility (GSM) Joint Stock Company, Nguyen Van Thanh menyampaikan, pihaknya akan menghadirkan 10.000 armada taksi listrik di Indonesia pada tahun 2025 mendatang.
“Itu semua tergantung pasarnya ya, tapi kita merencanakan memiliki sekitar 10.000 (armada) di Indonesia, hanya di tahun 2025,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui usai peluncuran armada taksi listrik di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2024) lalu.
Baca Juga
Nguyen Van Thanh, kerap disapa Steve, menyatakan bahwa pihaknya akan merambah ke wilayah Bali setelah memastikan permintaan (demand) pasar di Kota Jakarta.
“Kita mulai di Jakarta terlebih dahulu, lalu kita akan memantau permintaan pasarnya. Setelah itu, mungkin kita akan ke Bali,” ujar Steve.
Selama pelaksanaan uji coba tarif gratis, menurut Steve, taksi Xanh SM telah mengangkut sekitar 40.000 pelanggan yang memakai layanan transportasi umum ramah lingkungan tersebut.
“Itu (uji coba) hanya untuk menguji sistem. Kemudian, tim kami telah mencatatkan sudah mencapai 40.000 penumpang,” tutur dia.
Sebagai catatan, taksi listrik asal Vietnam ini menggunakan mobil VinFast VF e34 dengan warna khas biru kehijauan atau tosca. Dalam laman resminya, Xanh SM mengklaim menjadi satu-satunya armada taksi bertenaga listrik 100% di Indonesia.
“Alasan didirikannya Xanh SM adalah untuk menyediakan solusi mobilitas tidak hanya dalam hal transportasi, tetapi juga sebagai langkah untuk mengurangi polusi yang ramah lingkungan,” kata Steve.
Selain itu, lanjut Steve, Indonesia memiliki visi menuju net zero emission (NZE) di berbagai aspek, di mana sejalan dengan tujuan Xanh SM dalam menyediakan transportasi masa depan.
“Kami juga berharap dapat mendorong visi Indonesia menuju net zero carbon yang juga sejalan dengan tujuan Xanh SM,” tutup dia.

