Implementasi Digital Bisa Optimalkan APBN Lewat 5 Sektor Ini, Berikut Penjelasan Ketum Kadin Anindya Bakrie
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Anindya Novyan Bakrie menyatakan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Setidaknya, ada lima sektor utama dalam APBN yang menurutnya dapat terdongkrak berkat implementasi digital.
Yang pertama, menurut dia, terkait belanja pemerintah yang bisa lebih transparan dan efisien. Belanja pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan dapat dikelola secara lebih baik melalui teknologi digital.
“Dengan adanya teknologi ini tentu kita bisa membuat procure-nya menjadi lebih baik, transparan, dan ujungnya bisa ada penghematan (anggaran),” ujar Anindya dalam acara Indonesia Digital Economy Outlook 2025, di Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga
Kedua, dari sisi konsumsi domestik. Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat dalam berbelanja. Ia mencontohkan, misalnya pada momen black friday, di mana banyak toko memberikan diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan berbelanja. Sebelumnya orang-orang juga berbelanja secara langsung.
“Sekarang bisa dari rumah sendiri dan itu pasti membantu perputaran perekonomian, termasuk juga dengan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” kata Anindya.
Implementasi digital juga dapat mendorong investasi. Misalnya investasi infrastruktur digital seperti jaringan 5G yang memiliki potensi besar. Secara global, investasi untuk 5G diperkirakan mencapai US$ 1 triliun, atau setara dengan PDB dalam negeri.
“Saya yakin di Indonesia 5% (dari angka tersebut) ada lah dibutuhkan, dan kita lihat banyak yang merger-merger perusahaan operator. Ini disebabkan mereka bersiap-siap untuk ke depannya supaya investasi di bidang infrastruktur ini ada,” ucap Anindya.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie Sebut Indonesia Punya Tiga Pasar Masa Depan dalam Teknologi
Sektor selanjutnya yang terdampak positif dari implementasi digital adalah ekspor dan impor. Ia optimistis jika transformasi digital dapat membantu Indonesia menjadi net exporter di sektor energi, khususnya listrik hijau.
Dengan dukungan teknologi, dikatakan Anindya, Indonesia berpeluang besar untuk mengekspor listrik hijau, baik ke negara-negara tetangga maupun ke pasar global secara luas.
“Dan terakhir, ialah transformasi daripada tadi, hijau, biru, dan digital,” kata dia.
