Kemenhub Klaim 'Direct Train' Jakarta – Jogja Hanya Memakan Waktu 6 Jam 1 Menit
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub), Risal Wasal mengungkapkan, pihaknya akan menguji coba perjalanan kereta api tanpa henti atau direct train relasi Gambir (JKT) – Jogjakarta pekan depan. Diketahui, waktu perjalanan hanya memakan waktu sekitar 6 jam lebih 1 menit saja.
“Jakarta-Jogja direct (train) akan kita uji coba hari Senin (16 Desember 2024) dengan target waktunya yang dari 7 jam menjadi 6 jam 1 menit sudah sampai,” kata Risal saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian BUMN dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan uji coba direct train Jakarta – Semarang pada Senin (9/12/2024).
“Menyambut Natal dan Tahun Baru, PT KAI meluncurkan inovasi layanan direct train yang menghubungkan Stasiun Gambir Jakarta dengan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Perjalanan tanpa transit ini menjadi alternatif moda transportasi dengan tujuan Jakarta-Semarang dan sebaliknya,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Kemenhub Buka Suara soal Perpanjangan Trase Kereta Cepat ke Surabaya
Ia menambahkan, layanan direct train yang diuji coba ini tersedia secara eksklusif untuk masyarakat pada 9 - 10 Desember 2024. Ke depan, lanjut Dudy, perjalanan tanpa henti tersebut akan dievaluasi melihat animo dan demand daripada pengguna moda perkeretaapian.
Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Tohir menyatakan, terobosan direct train dilakukan untuk meningkatkan layanan seperti yang dibutuhkan masyarakat.
“Terima kasih kerja keras Pak Menhub Untuk terus memberikan arahan kepada kami Kementerian BUMN, dan juga semua unsur transportasi darat, laut, udara dan kereta api,” ujar Erick.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menuturkan, direct train dapat terwujud berkat diskresi Menhub terkait jam kerja masinis, yang nantinya akan dievaluasi dari hasil uji coba yang telah dilakukan.
“Terobosan ini ide awalnya dari Pak Menhub. Jadi kami berinovasi ini atas dukungan Pak Menhub dan semuanya sudah memenuhi tata kelola dan fisik yang baik, baik itu dari aspek keselamatan, kemudian krunya juga demikian,” tutup Didiek.

