DEN Ungkap Kriteria Lokasi untuk Bangun Pembangkit Nuklir, Ada 4 yang Jadi Prioritas
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan ada tiga kriteria dalam menentukan lokasi sebelum membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Pasalnya, pembangunan PLTN tidak bisa dilakukan di sembarang lokasi untuk menghindari sejumlah bahaya. Namun demikian terdapat empat lokasi yang dijadikan prioritas.
“Satu adalah harus bebas dari tsunami. Dua adalah jauh dari volcano. Tiga adalah jauh dari sesar. Sesar itu adalah ada garis-garis gempa. Nah itu harus paling tidak 5 km dari situ,” kata Anggota DEN, Agus Puji Prasetyono, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Maka dari itu, menurut Agus penting itu dilakukan analisis tapak sesegera mungkin. DEN sendiri menargetkan pada 2025 analisis tapak ini sudah mulai bisa dilakukan. Dia menyebut, analisis tapak ini dilakukan untuk menyeleksi lokasi. Dengan demikian, pembangunan PLTN bisa berjalan pada 2032 mendatang.
“Analisis tapak itu tidak harus kita begitu saja langsung dibangun, tapi juga harus ada di-sounding, terus kemudian daya dukungnya seperti apa, terus kemudian tapak itu titik nol nuklir itu di mana. Nah, itu harus dianalisis, dan itu internasional terlibat,” ujar dia.
Baca Juga
DEN Sebut Nuklir dan 2 Energi Baru Lainnya Wajib Dikembangkan, Apa Itu?
Lebih lanjut Agus menyampaikan, berdasarkan tiga kriteria lokasi tadi, sejauh ini terdapat 29 lokasi potensial untuk membangun PLTN di Tanah Air. Namun, dari 29 lokasi tersebut, ada empat yang menjadi prioritas.
Prioritas yang dimaksud Agus itu adalah berdasarkan analisis yang telah dilakukan DEN. Salah satu contohnya adalah lokasi PLTN harus dekat dengan demand energy seperti smelter. Maka dari itu, keempat lokasi prioritas ini semuanya mendekati area tambang.
Baca Juga
“Ada empat prioritas kita dari sidang anggota DEN itu. Empat yang potensial itu Kalimantan Barat, Bangka Beritung, terus kemudian Sulawesi Tenggara, satu lagi adalah Halmahera, Maluku Utara,” sebut Agus.
Kendati demikian, Agus tidak memungkiri bahwa secara lokasi terdapat juga tantangan dalam membangun PLTN di Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara rawan gempa. Namun, dia yakin hal ini bisa diatasi.
“Dan tantangan kita adalah di situ kan daerah gempa. Itu tantangan, bukan harus kita hindari. Jepang itu nuklir kan semuanya di daerah gempa, kenapa dia bisa, kita tidak? Sekarang ini PR kita, bagaimana caranya membangun PLTN untuk eksekusi mineral dan batu bara, menumbuhkan ekonomi 8%, tapi itu di daerah gempa,” ucap Agus.

