Wow, PDS Bikin Publik Bisa 'Log in' di Banyak Aplikasi dengan 'Single Sign On'
JAKARTA, Investortrust.id – Anak usaha Perum Peruri, PT Peruri Digital Security (PDS) tengah mematangkan satu sistem yang memungkinkan publik log in atau masuk ke berbagai aplikasi, baik layanan publik maupun pemerintahan dengan menggunakan satu sistem Single Sign On (SSO).
Disampaikan Direktur Utama PDS, Teguh Kurniawan Harmanda, sistem Single Sign On ini merupakan bagian dari sebuah sistem yang akan mengintegrasikan layanan digital antarkementerian dan lembaga di Tanah Air, atau disebut GovTech Indonesia. Sistem digital terpadu ini akan berbentuk super apps dengan nama INA Digital yang akan mempermudah masyarakat untuk mengakses layanan pemerintah. Single Sign On sendiri merupakan bagian sistem layanan yang dimiliki oleh GovTech Indonesia atau INA Digital.
“Untuk pengembangan GovTech Indonesia ini, pemerintah telah menugaskan Perum Peruri untuk mengembangkan INA Digital sebagai GovTech Indonesia, untuk bisa memadu padankan aplikasi-aplikasi yang ada di kementerian, untuk bisa punya keterpaduan dan itu yang tadi kita diskusi tadi, Pak. Lebih mudah masyarakat mengakses,” ujar Manda, demikian sapaan akrab Teguh Kurniawan Harmanda, di tengah sesi Konvergensi Investortrust di kantor Investortrust, Senin (9/12/2024).
Sekadar informasi saja, Pembentukan GovTech Indonesia tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional yang terbit pada 18 Desember 2023.
Baca Juga
Erick Thohir Pastikan GovTech INA Digital Mudah Digunakan Masyarakat
Berikutnya, kata Manda, Perum Peruri menunjuk anak usahanya PDS di bawah nakhodanya untuk memberikan dukungan berupa pengembangan sistem terintegrasi tadi termasuk sebagian tugas manajemen operasional.
“Tetapi pada level kontrak dengan kementerian, terus kemudian yang berhubungan terhadap arsitektur untuk bisa membuat aplikasi yang relevan, (tugas) itu adanya di level Perum Peruri. Jadi tetap penugasan itu ada di Perum Peruri, Kami di PDS men-support sebagai perpanjangan tangan Peruri untuk memastikan penugasan itu bisa berjalan dengan baik,” kata Manda.
Namun ke depan, dengan Single Sign On yang tengah dikembangkan PDS sebagai bagian dari super app INA Digital, masyarakat akan semakin dimudahkan ketika harus mengakses sejumlah layanan publik yang diampu oleh sejumlah kementerian, hanya dengan satu kali log-in atau masuk ke dalam akun.
Sejauh ini, lanjut Manda, PDS baru mengupayakan pengintegrasian sistem layanan-layanan yang disediakan oleh pemerintah pusat, dan belum menyentuh layanan yang disediakan oleh pemerintah daerah dan unit-unit usaha daerah.
Baca Juga
Erick Thohir: Peruri Siap Emban Tugas sebagai Penyelenggara GovTech Indonesia
Diakui Manda, pengintegrasian sekian banyak aplikasi pemerintahan bukanlah hal yang mudah. “Sempat disampaikan Presiden (ketujuh) Joko Widodo, ada 27 ribu aplikasi atau sistem di tingkat kementerian, instansi pemerintah, pusat, dan daerah. Sekarang kita simplifikasi menjadi tiga aplikasi saja, yakni INApas, INAku, dan aplikasi khusus untuk ASN (INAgovt),” ujarnya.
INAPas (inapas.go.id) adalah layanan identitas digital terpadu yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah secara praktis. Berikutnya INAKu (inaku.go.id), adalah portal pelayanan publik yang memberikan masyarakat akses ke sembilan layanan prioritas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sembilan layanan prioritas tersebut adalah layanan kesehatan, layanan pendidikan, bantuan sosial, identitas digital berbasis data kependudukan, layanan Satu Data Indonesia, transaksi keuangan, integrasi portal service, layanan aparatur negara, hingga SIM online.
Sementara itu INAGov (inagov.go.id), adalah portal administrasi pemerintahan yang memberikan ASN akses ke berbagai layanan administrasi pemerintahan.
“Jadi khusus untuk ASN, mereka bisa mengelola, baik itu mulai dari kineja, cara pendidikan, pelaporan, bahkan misalnya jika mengkuti diklat dan yang lain-lain. Tiga ini, tiga aplikasi adalah produk dari INADigital,” ujar Manda.

