Menko Airlangga Sebut Syarat Ini Agar Ekonomi Indonesia Tumbuh 8%
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia pernah mencatatkan pertumbuhan di angka 8%, persisnya di angka 8,2% pada tahun 1995. Saat itu pertumbuhan sebesar di kisaran 8% berhasil dicapai dengan dukungan tingkat ICOR (Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di angka 4%. Intinya, menurut Airlangga, target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo - Gibran sejatinya bukan hal yang mustahil dicapai.
“Mempertimbangkan pencapaian di masa lalu selama tahun 1986 hingga 1997, Indonesia bahkan mampu tumbuh di 8,2% pada tahun 1995 di bawah kondisi ICOR pada waktu itu sekitar 4%,” ujar Airlangga dalam India Indonesia Investment Synergy Forum di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Disampaikan Airlangga, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh di kisaran 5% tahun ini dan 5,2% tahun depan. Berikutnya secara bertahap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia ditargetkan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029. Untuk mencapai target pertumbuhan antara 5,2 hingga 8% dalam lima tahun ke depan, Indonesia perlu melakukan transformasi ekonomi lewat hilirisasi industri, dengan memperkuat ekonomi digital, sekaligus mengembangkan ekonomi baru seperti ekosistem semikonduktor, serta transisi energi.
transformasi ekonomi ini, ujar Airlangga, tentunya harus didukung oleh pendanaan atau investasi yang akan menjadi 'bahan bakar' implmentasi pengembangan program-program tadi. Sehingga, dikatakan realisasi investasi pun akan menjadi fokus utama dalam beberapa tahun kedepan.
Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi produsen minyak kelapa sawit atau minyak nabati terbesar di dunia dengan produksi sekitar 15 juta ton per tahun. JIka keunggulan ini dapat dimanfaatkan dengan baik melalui hilirisasi, ia optimistis sektor perkebunan ini ini mampu menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Tak hanya itu, Indonesia juga terus membuka peluang pasar baru melalui kolaborasi internasional. Salah satunya, Indonesia dan India yang telah menjalin kerja sama bilateral selama puluhan tahun. Bagi Indonesia, India adalah mitra strategis dalam perdagangan dan juga investasi.
“Kedua negara menjalankan perdagangan dengan pertumbuhan nilai perdagangan sekitar 20% setiap tahun. Bagi Indonesia, India adalah mitra strategis kami tidak hanya dalam perdagangan tetapi juga dalam investasi,” ujarnya.
Menurutnya, ke depannya Indonesia perlu membangun jembatan untuk menjalin hubungan yang baik antara Indonesia dan India, dengan berkolaborasi di berbagai sektor untuk bersama-sama mencapai target ekonomi.
“Bersama -sama kita dapat berkolaborasi di berbagai sektor seperti sektor digital, perusahaan mikro dan menengah kecil, sektor kesehatan termasuk pengembangan produk vaksin dan farmasi, telekomunikasi dan sektor strategis lainnya,” pungkasnya.

