Menko Airlangga Minta Dukungan Menteri Lingkungan Inggris agar Sertifikasi Palm Oil Tetap Berkeadilan
LONDON, investortrust.id – MenteriKoordinatorBidangPerekonomianAirlanggaHartartomenggelar pertemuan dengan Menteri Iklim,Lingkungandan Energi Inggris, RichardHenryRonaldBenyon, dalam kunjungan kerja ke London, Selasa (30/4/2024).
Indonesia menaruh perhatian terhadap usulan Undang-Undang Inggris tentang Uji Tuntas terhadap Komoditas yang Berisiko terhadap Hutan. Aturan yang merupakan turunan dari Undang-UndangLingkungan Hidup Inggris ini bisa berdampakpadaperdaganganproduk- produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit.
“Peraturan Uji Tuntas tidak boleh menciptakan distorsi perdagangan atau diskriminatif dalam hal cakupan produk dan perlakuan nasional,” tegas Menko Airlangga.
Negara-negara berkembang memiliki hak membangun sistem perdagangan multilateral yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Menko Airlangga mengharapkan Pemerintah Inggris perlu mematuhi prinsip-prinsip transparansi, non-diskriminasi, dan konsistensi dengan peraturan dan regulasi perdagangan multilateral.
Baca Juga
Menko Airlangga Bertemu Mendag Inggris Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
MenteriRichardmenanggapibahwaPemerintahInggrisakanmelakukanpendekatankemitraandalam menerapkanaturanujituntasprodukkeberlanjutan. Upaya ini mempertimbangkanstandardansertifikasi yang sudah berlaku di negara mitra, seperti Indonesian Sustainable Palm Oil system (ISPO) dan Roundtable Sustainable of Palm Oil (RSPO).
Pemerintah Inggris juga menaruh perhatian terhadap kehidupan petanikecil yang bekerjadi sektor perkebunan kelapasawit. Lebih lanjut, Menteri Richard menegaskanInggrisdalampenerapanaturanberbedadenganUniEropadaninginmembangunrantai pasok produk keberlanjutan dengan Indonesia yang tidak berisiko bagi kelestarian hutan.
Menko Airlangga menjelaskan secara gamblang kemajuan yang dicapai Indonesiadalammengendalikanemisigasrumahkaca. Berbagailangkah yang ditempuh sepertiprogramB40, penanamanmangrovedanmempercepattransisienergi.MenteriRichardterkesandenganpenjelasan tersebut dan berharap dapat bertukar pengalaman dari kemajuan yang dicapai Indonesia.
Sebagai wujud komitmen kuat dalam mengatasi perubahan iklim, Indonesia telah menyerahkan National Determined Contribution (NDC) yang telah disempurnakan kepada Sekretariat UNFCCC pada bulan September 2022. Dokumen NDC ini menjabarkan peningkatan target penurunan emisi dari 29% pada NDC Pertama dan menjadi 31,89% tanpa syarat (tanpa bantuan internasional) pada NDC yang telah diperbaharui.
Baca Juga
Airlangga dan PM Anwar Dorong ASEAN-GCC Ciptakan Kerja Sama Ekonomi Terbesar Dunia
Sementara untuk yang bersyarat (dengan bantuan internasional) ditingkatkan dari41% pada NDC pertama menjadi 43,20%. NDC mewujudkan upaya setiap negara untuk mengurangi emisi nasional dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Mengakhiripertemuan,MenkoAirlanggadanMenteriRichardsepakatuntukterusmelanjutkandialog FACT (Forest, Agriculture and Commodity Trade) sebagai forum global untuk mendiskusikan secara informal antara Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, dari negara produsen dan negara konsumen, yangterlibat dalam perdagangankomoditas yangterkait dengan deforestasi hutantropis. Richard juga mengapresiasi peran Indonesia sebagai Co-Chair.
Pada pertemuan ini Menko Airlangga didampingi Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Duta BesarRIuntukUKDesraPercaya,SesmenkoPerekonomianSusiwijonoMoegiarso,DeputiKemenko Perekonomian Edi Pambudi, dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manangsang.
Baca Juga

